Sangar dan Sadis saat Membegal, Pelaku Bercelurit Menangis Terisak-isak saat Ditangkap Polisi

Sangar dan sangat sadis saat membegal pengendara motor Trail, namun hal berkebalikan terjadi saat satu pelaku ditangkap.

Awalnya tidak terjadi apapun.

Namun, tiba-tiba dua orang yang mengendarai sepeda motor jenis sport datang dari belakang dan langsung menghantam saya dengan celurit," ujarnya, Rabu (8/1/2020).

Kejadian tersebut, lanjut Wakid, begitu cepat.

Di mana dirinya ditarik dan pelaku langsung menebas secara membabi buta ke arah tangan kanannya.

"Saya sudah tidak bisa berfikir apapun.

Saya menepi meninggalkan sepeda motor saya.

Sementara pelaku berusaha mendirikan sepeda motor Honda GL Pro yang saya modif menjadi trail," katanya.

"Yang selamatkan saya, ibu-ibu dua orang.

Saya minta tolong panggilan becak.

Pertama mau dibawa ke RS Sembiring, namun karena jauh, saya minta dibawa ke sini saja," ungkapnya.

Detik-detik aksi begal di Medan yang menggunakan senjata tajam. Peristiwa terjadi di sekitar Underpass Titikuning, Jalan Tritura Medan
Detik-detik aksi begal di Medan yang menggunakan senjata tajam. Peristiwa terjadi di sekitar Underpass Titikuning, Jalan Tritura Medan (Tribun Medan)

Ditemani istrinya, Wakid yang masih terbaring lemah mengatakan bahwa dirinya tidak banyak menuntut.

"Saya berharap polisi bisa mengamankan pelaku, agar tidak ada korban lainnya.

Kedua pelaku sangat kejam.

Saya tidak berharap banyak, sepeda motor saya, ya sudah diikhlaskan.

Saya cuma ingin ketemu sama pelakunya, bersalaman, semoga ia segera bertaubat," tutur Wakid.

Tangan Wakid, saat ditemui masih dalam keadaan diimpus, tubuhnya hanya ditutup dengan baju batik oranye dan menggunakan selimut hijau.

Saat ditanya apakah Wakid mengenali ciri-ciri pelaku.

Pria berusia 63 tahun ini menjelaskan bahwa dirinya tidak begitu mengingat dengan jelas.

"Kalau yang bacok tangan saya, orangnya tinggi dan tidak terlalu besar.

Saya dibacok membabi buta.

Sampai patah tangan saya.

Sementara, satu pelaku lainnya bertubuh kecil," pungkasnya.

Pembegalan yang dialami Wakid terekam CCTV dan beredar di sejumlah media sosial.

Kejadian berawal saat korban mengendarai sepeda motor jenis trail diikuti dua pria berboncengan dengan sepeda motor.

Setelah sepeda motor pelaku dan korban sejajar, korban lalu dipaksa berhenti.

Pelaku menebaskan celurit ke lengan kanan korban hingga korban jatuh dari sepeda motornya.

Pelaku turun dari sepeda motor dan mengambil alih kemudi motor trail.

Korban pasrah dan tak memberikan perlawanan.

Ia berjalan menjauh agar tak dilukai pelaku.

Tonton video;

Terlihat angkot melintas namun tak memberikan pertolongan.

Hendra (35), seorang warga yang berada di Jalan Tritura menyampaikan bahwa daerah tersebut menjadi areal para begal beraksi.

"Daerah ini sangat seringlah jadi areal begal.

Sering kali terjadi, bahkan ini jadi langganan begal," ujar Indra, Rabu (8/1/2020).

Dua hari lalu, begal baru saja terjadi yang menyebabkan luka pada si korban.

"Kalau tidak salah, begal juga baru terjadi dua hari lalu.

Kasihanlah, korbannya luka dan sepeda motornya diambil," tambah Hendra.

Biasanya, begal sering beraksi di atas pukul 01.00 dini hari.

Begal di Medan Labuhan Ditembak

Selain itu, personel kepolisian Polres Pelabuhan Belawan berhasil amankan pelaku begal di Jalan Amal, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (12/1/2020).

Informasi yang dihimpun, saat penangkapan, pelaku menyerang petugas serta berusaha kabur sehingga diberikan tembakan peringatan namun tidak diindahkan.

Alhasil, petugas pun melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku berinisial A, saat melakukan pengembangan.

Kendati sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara namun nyawa tersangka tidak tertolong.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin di RS Bhayangkara Medan, Senin (13/1/2020).

"Kejadian (perampokan) ini di Jalan Raya Pelabuhan Belawan Simpang Selebes Belawan II pada 30 Oktober 2019 lalu," kata Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Martuani Sormin didampingi Kapolres Belawan AKBP MR Dayan saat menggelar konferensi pers di RS Bhayangkara, Senin (13/1/2020).

Informasi yang dihimpun, adapun modus pelaku beraksi dengan sejumlah orang dengan melakukan perampokan terhadap korban bernama Ahmad Mujib Novianto.

Pelaku berpura-pura minta tolong karena mengalami luka-luka kecelakaan lalu lintas dan menghadang laju kendaraan korban.

Nahas, saat korban menghentikan sepedamotornya berniat untuk menolong, pelaku lalu menodong korban dengan pisau.

Akibat kejadian ini korban kehilangan 1 unit sepedamotor miliknya, dan membawa kabur tas korban berisi ponsel dan uang Rp 10 juta.

Lanjut Kapolda, sejak kasus itu dilaporkan petugas langsung melakukan penyelidikan.

Hasilnya, pelaku berhasil ditangkap di seputaran rumah tersangka di Jalan Amal Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan.

"Polisi kemudian membawanya untuk pengembangan. Ia disuruh menunjukkan tempat rekan-rekannya. Saat itulah pelaku mengambil parang dan menyerang petugas sehingga ditembak," ungkapnya.

Hasil penyelidikan diketahui terlibat dalam beberapa kasus perampokan dengan kekerasan.

"Ada 4 LP semua kejadiannya di wilayah hukum Polres Belawan," pungkasnya.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas kepolisian juga menghadirkan pelaku begal lainnya berinisial E yang diduga kerap beraksi di wilayah hukum polres Pelabuhan Belawan.

E ditembak di kedua kakinya lantaran mencoba melawan dan melakukan percobaan pelarian saat diamankan.

#Sangar dan Sadis saat Membegal, Pelaku Bercelurit Menangis Terisak-isak saat Ditangkap Polisi

(mft/mak/tribun-medan.com)

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved