Tiga Pelaku Pencurian Pecah Kaca di DPRD Sumut Gasak Uang Rp 60 Juta, Dua Tersangka Ditembak

Tim Satreskrim Polrestabes Medan telah mengamankan tiga orang tersangka pelaku pencurian uang senilai Rp 60 juta di halaman parkir DPRD Sumut.

Tiga Pelaku Pencurian Pecah Kaca di DPRD Sumut Gasak Uang Rp 60 Juta, Dua Tersangka Ditembak
TRIBUN MEDAN / Victory Hutauruk
Tim Satreskrim Polrestabes Medan akhirnya berhasil menggulung komplotan pencurian modus pecah kaca di halaman parkir DPRD Sumut. 

"Kemudian tim langsung bergerak ke Bandara Kualanamu dan standby di sana. Sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka Mul turun dari pesawat dan langsung diamankan anggota," jelas Maringan.

Berdasarkan hasil interogasi tersangka Mul mengakui perbuatannya.

Maringan menuturkan bahwa tersangka Arnold dan Ridwan sebelumnya pernah melakukan pencurian dan merupakan residivis.

"Arnold dan Ridwan telah melakukan pencurian terhadap korban IS tahun 1996 kasus pencurian pecah kaca di Polsek Medan Baru. Keduanya residivis kasus pencurian tahun 2000 kasus pencurian pecah kaca di Polsek Medan Baru," tambahnya.

Maringan juga membeberkan pembagian uang di antara para tersangka, usai menggasak uang Rp 60 juta dari mobil di parkiran DPRD Sumut.

Tersangka Arnold dan Ridwan masing-masing mendapat bagian Rp 17 juta. Sedangkan Mulyadi mendapat bagian Rp 20.500.000.

"Tersangka Mulyadi melakukan pencurian pecah kaca sebanyak 3 kali. Tahun 2000 terlibat kasus pencurian pecah kaca di Polres Sibolga. Kemudian kasus yang sama di Polsek Medan Kota," tutur Maringan.

Terakhir, Maringan menjelaskan kasus ini bermula pada 13 Desember 2019, di mana korban Hamdan (ASN DPRD Sumut) mengambil uang dari Bank Sumut kemudian menuju Kantor di DPRD Sumut dengan menggunakan sebuah mobil.

"Setelah memarkirkan mobilnya, korban masuk ke dalam kantor DPRD. Selanjutnya pada saat kembali ke mobil terlihat kaca mobil korban dalam keadaan pecah dan uang tunai sekitar Rp 60 juta juga hilang, kemudian melaporkannya ke Polsek Medan Baru," pungkas Maringan.

Catatan Tribun-Medan.com, Hamdan Rifai (37), korban pencurian modus pecah kaca mobil, merupakan ASN di DPRD Sumut.

Saat itu, Hamdan menyebut tidak ada kehilangan uang.

Pengakuan Hamdan, barang-barang miliknya yang hilang dari dalam mobil hanya buku tabungan, dasi warna merah, dan tas ransel warna hijau.

Namun, fakta berbeda diungkapkan Kasat Reksrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak, yang menyatakan korban kehilangan uang sebesar Rp 60 juta.

(vic/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved