Atlet Pelatda PON Sumut Jalani Tes Psikologi, Psikolog Analisis Kedisiplinan hingga Emosi

Sebanyak 161 atlet pelatda PON Sumut mengikuti tes psikologi yang berlangsung di Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed selama dua hari, 15-16 Januari 2020

Atlet Pelatda PON Sumut Jalani Tes Psikologi, Psikolog Analisis Kedisiplinan hingga Emosi
TRIBUN MEDAN / Chandra Simarmata
Para atlet tampak sedang mengikuti tes psikologi yang digelar oleh KONI Sumut bertempat di Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed, Rabu (15/1/2020). 

Atlet Pelatda PON Sumut Jalani Tes Psikologi, Psikolog Analisis Kedisiplinan hingga Emosi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 161 atlet pelatda PON Sumut mengikuti tes psikologi yang berlangsung di Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed selama dua hari, 15-16 Januari 2020.

Tes yang digelar oleh KONI Sumut ini merupakan persiapan awal sebelum para atlet menjalani program pelatda untuk menghadapi gelaran multievent PON 2020 di Papua yang akan berlangsung Oktober nanti.

Psikolog Doris Apriani Ritonga, selaku penanggung jawab pelaksanaan kegiatan, mengatakan dari tes tersebut ada sejumlah item yang akan dilihat dalam diri atlet. Beberapa diantaranya adalah kedisiplinan kepercayaan diri, tanggung jawab, kemauan, emosi, dan kepribadian lainnya.

"Kalau item tesnya didasarkan pada aspek psikologi yang diukur yang diharuskan dari KONI Sumut yaitu kedisiplinan, kepercayaan diri, tanggungjawab , kemauan, serta emosi," ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu (15/1/2020) sore.

Doris menjelaskan, dalam tes psikologi tersebut, pihaknya melibatkan tim psikolog dari UNIMED dan USU dengan menggunakan tiga metode, yakni tes tertulis, wawancara dan umpan balik (feed back).

Beberapa item tes yang diberikan, antara lain mengunakan tes pauli, dan Tes Edward Personal Preference Schedule (EPPS).

"Ada tiga metode yakni tes tertulis, wawancara dan dan nanti ada feed back. Jadi feed back ini nanti setelah atlet melakukan tes dan wawancara , dari hasil analisis psikolog mereka akan diberikan masukan. Kalau penggalian informasi dilakukan lewat wawancara ," terang lulusan S2 UGM ini.

Lebih lanjut kata Doris, manfaat tes psikologis bagi para atlet ini untuk memetakan serta profiling psikologis kepribadian atlet. Dari tes itu juga akan didapat apa yang menjadi keunggulan, kekuatan serta potensi-potensi yang masih bisa dikembangkan lagi.

"Jadi tes ini sebagai dasar nanti untuk intervensi ke depannya. Baik secara umum maupun personal kita bisa lihat apa yang bisa kita lakukan untuk intervensi psikologis selanjutnya. Supaya bisa meningkatkan lagi potensi yang belum optimal," pungkas dosen UNIMED ini.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved