Benny Tjokro Lolos dari Kasus Penipuan Market Terbesar Indonesia 1997, Kena di Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro Lolos dari Kasus Penipuan Market Terbesar Indonesia 1997, Kena di Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro Lolos dari Kasus Penipuan Market Terbesar Indonesia 1997, Kena di Kasus Jiwasraya
kompas.com
Benny Tjokro Lolos dari Kasus Penipuan Market Terbesar Indonesia 1997, Kena di Kasus Jiwasraya. Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro berjalan meninggalkan gedung bundar Kejaksaan Agung usai diperiksa sebagai saksi di Jakarta, Senin (6/1/2020). 

Licin bak belut, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro ternyata pernah lolos dari kasus market manipulasi tahun 1997.

Tapi kini Benny Tjokro harus merasakan dinginnya sel setelah ditetapkan sebagai tersangka korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sejak Selasa (14/1/2020).

Analis dan pengamat pasar modal Satrio Utomo mengungkapkan, dalam kasus penipuan market terbesar yang pernah terjadi di Indonesia pada 1997 itu, Benny Tjokro hanya dihukum denda.

Analis dan pengamat pasar modal Satrio Utomo mengungkapkan, saat itu kasus tersebut ditangani oleh Badan Pengawas Pasar Modal (Bappepam). Adapun saat ini tugas pengawas pasar modal ada di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kalau Benny Tjokro bisa lolos dari tahun 1997, berarti ada yang salah dengan Bappepam atau OJK-nya," kata kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Pada 1997, Benny Tjokro menjabat Direktur Utama PT Hanson Internasional terlibat kasus transaksi fiktif pada saham PT Bank Pikko.

Benny melakukan transaksi dengan menggunakan 13 nama lain Saat itu, Bappepam hanya memberi sanksi pengembalian dana keuntungan dari transaksi PT Bank Pikko Rp 1 miliar kepada Negara.

"Kalau mau cari manipulasi pasar Indonesia, bisa nemu kasus Benny Tjokro tahun 1997, setelah itu tidak ada lagi kasus market manipulasi. Itupun Benny Tjokro cuma dihukum denda," jelasnya.

Menurut Satrio lemahnya aturan dari regulator membuat kasus market manipulasi semakin menggeliat.

Padahal jika aturan yang dibuat terperinci dan tak ada pasal karet di Undang-undang Pasar Modal seperti saat ini, maka para manipulator akan jera.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved