Berikut 7 Fakta Tentang Gadis Aceh Syafridawati Diduga Dijual ke Malaysia, Dijanjikan Gaji Rp 3 Juta

Berikut 7 fakta tentang gadis Aceh Syafridawati yang diduga menjadi korban perdagangan manusia di Malaysia.

Berikut 7 Fakta Tentang Gadis Aceh Syafridawati Diduga Dijual ke Malaysia, Dijanjikan Gaji Rp 3 Juta
Serambi Indonesia
Syafridawati, warga Gampong Krueng Lingka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara dikabarkan menghilang di Malaysia. 

1. Dirayu hingga tiga kali

Cerita bermula saat Mutia, orang kampungnya datang ke rumah meminta izin untuk membawa Syafridawati guna dipekerjakan di negeri seberang.

Mutia tiga kali merayu Nurdin dan putrinya agar ikut bersamanya ke Malaysia kala itu.

Awalnya Nurdin tak mau dan tak memberi izin.

“Phon dijak dilake, han loen bi. (Pertama dia datang minta, tapi tak saya kasih),” kata Nurdin ayah Syafridawati saat melaporkan kasus itu ke Polda Aceh, Senin (13/1/2020).

Beberapa saat setelah itu, Mutia kembali membujuk, dia kembali datang ke rumah meminta Syafridawati untuk dibawa ke Malaysia.

Lagi-lagi Nurdin tetap tidak setuju dan tak mengizinkan anaknya dibawa ke sana.

“Lheuh nyan dijak lom ngon lakoe jih. Dipeugah na gaji lhee juta, tiep buleun jeut dikirem keu loen limong reutoh ribee. Saket diba u rumoh saket, meunyoe han ek dikerja dipewoe u gampong," kata Nurdin, ayah dalam bahasa Aceh.

Artinya, setelah itu dia pergi lagi dengan suaminya. Katanya ada gaji tiga juta, setiap bulan dikirim lima ratus ribu. Kalau sakit dia dibawa ke rumah sakit, kalau tidak mau kerja bisa dibawa pulang ke kampung.

Karena terbujuk rayu, yakin dan percaya, konon lagi Mutia satu kampung, akhirnya Nurdin pun mengizinkan anaknya diboyong ke Malaysia.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved