Idap Sindrom Kulit Kura-Kura, Balita Ini Harus Mandi Dua Jam hingga Ingin Jadi Dokter Kulit

Seorang balita di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Muhammad Ridho Fauzi (4) mengidap penyakit kulit langka.

Idap Sindrom Kulit Kura-Kura, Balita Ini Harus Mandi Dua Jam hingga Ingin Jadi Dokter Kulit
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Muhammad Ridho Fauzi, bocah penderita sindrom harlequin ichthyosis bersama ibunya Siti Nur Endah di rumahnya di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2029). 

Idap Sindrom Kulit Kura-Kura, Balita Ini Harus Mandi Dua Jam hingga Ingin Jadi Dokter Kulit

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang balita di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Muhammad Ridho Fauzi (4) mengidap penyakit kulit langka.

Ridho menderita sindrom herlequin ichthyosis atau biasa disebut dengan sindrom kulit kura-kura.

Kelainan tersebut dialami Ridho sejak ia pertama kali lahir ke dunia.

Sindrom kulit kura-kura membuat kulit Ridho kering, kaku, pecah-pecah sampai berdarah.

Hingga saat ini, empat tahun lamanya Ridho bertahan dengan sindom kulit kura-kura tersebut. Berikut fakta mengenai kelainan kulit langka Ridho yang dihimpun Kompas.com:

1. Kelainan langka 

Ilustrasi dokter dan pasien
Ilustrasi dokter dan pasien(Sasiistock)

Sang ibu, Siti Nur Endah (41) menuturkan, sindrom kulit kura-kura yang dialami putranya adalah kelainan yang langka.

"Anak saya menderita kelainan genetik sindrom harlequin ichthyosis, orang sini biasanya menyebut sindrom kulit kura-kura. Kelainan ini sangat langka, 1:1 juta, sampai sekarang belum ada obatnya," ungkap Endah saat ditemui di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Kelainan itu dialami putra bungsunya sejak Ridho pertama kali lahir ke dunia. Usai dilahirkan, Ridho ditempatkan di ruang isolasi.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved