Idap Sindrom Kulit Kura-Kura, Balita Ini Harus Mandi Dua Jam hingga Ingin Jadi Dokter Kulit

Seorang balita di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Muhammad Ridho Fauzi (4) mengidap penyakit kulit langka.

Idap Sindrom Kulit Kura-Kura, Balita Ini Harus Mandi Dua Jam hingga Ingin Jadi Dokter Kulit
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Muhammad Ridho Fauzi, bocah penderita sindrom harlequin ichthyosis bersama ibunya Siti Nur Endah di rumahnya di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2029). 

Endah mengatakan, baru melihat anaknya pada hari ke-9 usai melahirkan. Sebab, keluarganya tidak tega memberi tahu perihal kelainan Ridho padanya.

"Begitu saya lihat di ruang isolasi kulitnya luar biasa, tapi sudah menghitam dan mengelupas. Saya shock, mau pingsan, saya perbanyak istighfar. Setelah siap saya gendong adek," tuturnya.

2. Harus berendam selama dua jam 

Ilustrasi
Ilustrasi(Davide Restivo/CC 2.0)

Kelainan tersebut membuat kulit Ridho kering seperti tanah, pecah-pecah, kaku, bahkan sampai mengeluarkan darah.

Karena kondisi itu, Ridho mendapatkan perawatan khusus. Seperti mendapatkan pijitan dengan minyak kelapa agar kulitnya kenyal.

Setiap mandi, Ridho juga harus berendam setidaknya selama dua jam.

"Nggak lama setelah mandi , 5 menit kering lagi. Kalau kulitnya kering seperti tanah yang pecah-pecah, berdarah, kaku seperti kayu. Makanya setiap saat harus disemprot, kalau (udara) panas bolak-balik disemprot, kering semprot, kering semprot," ujar Endah.

Ridho tidak bisa makan sembarang makanan. Kondisi lehernya yang kaku membuat balita itu sulit menelan makanannya.

Endah pun harus menghaluskan makanan yang akan dikonsumsi putranya.

Perawatan sehari-sehari Ridho memerlukan biaya besar, apalagi bagi Endah yang bekerja sebagai guru wiyata bakti di Taman Kanak-Kanak (TK).

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved