Idap Sindrom Kulit Kura-Kura, Balita Ini Harus Mandi Dua Jam hingga Ingin Jadi Dokter Kulit

Seorang balita di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Muhammad Ridho Fauzi (4) mengidap penyakit kulit langka.

Idap Sindrom Kulit Kura-Kura, Balita Ini Harus Mandi Dua Jam hingga Ingin Jadi Dokter Kulit
KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Muhammad Ridho Fauzi, bocah penderita sindrom harlequin ichthyosis bersama ibunya Siti Nur Endah di rumahnya di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2029). 

Setidaknya keluarganya harus menghabiskan Rp 7 juta, hanya untuk perawatan putra bungsunya tersebut.

"Yang saya harapkan bantuan doa, kalaupun mereka datang membawa bantuan kami tidak menolak, itu skenario Allah, rezeki adek," kata Endah.

Dicemooh 
Ilustrasi anak
Ilustrasi anak(shutterstock)

Endah menuturkan, tidak semua orang bisa menerima kekurangan anaknya. Pernah, lanjutnya, beberapa orang justru mencemooh kondisi Ridho.

"Tidak menutup kemungkinan anak saya dikatain anak genderuwo. Ketika (anak saya) dibilang anak genderuwo, saya tidak marah, tapi sedih, nyatanya dia memang lain dari yang lain. Jangankan orang lain, dokter juga ada yang enggak tahu," sambung Endah.

Jika cemoohan datang, Endah memilih bersabar. Ia justru bertekad mengedukasi masyarakat dan menolong orangtua yang mengalami hal serupa.

"Ini mungkin tugas mulai dari Allah untuk memberi semangat juga kepada orang lain yang mengalami kelainan serupa. Dengan perawatan di rumah bisa membantu adek yang di luaran kebingungan merawat anaknya agar bertahan hidup, karena sebagian besar tidak bertahan," katanya.

Ingin jadi dokter kulit 

Muhammad Ridho Fauzi, bocah penderita sindrom harlequin ichthyosis bersama ibunya Siti Nur Endah di rumahnya di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2029).
Muhammad Ridho Fauzi, bocah penderita sindrom harlequin ichthyosis bersama ibunya Siti Nur Endah di rumahnya di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (14/1/2029).(KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAIN)

Saat dilahirkan ke dunia, dokter pernah mengatakan, anak dengan kelainan seperti Ridho memiliki kemungkinan hidup yang kecil.

Namun Ridho saat ini tetap bersemangat melanjutkan hidup meski mengidap kelainan kulit langka.

Seperti balita pada umumnya, Ridho sangat komunikatif walaupun dengan pelafalan bahasa yang kurang begitu jelas.

Halaman
1234
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved