Istri Pejabat Polri Disindir Kapolri Idham Aziz, Bandingkan Gaya Istri Presiden dan Istri Kapolda

Istri Pejabat Polri Disindir Kapolri Idham Aziz, Bandingkan Gaya Istri Presiden dan Istri Kapolda

Istri Pejabat Polri Disindir Kapolri Idham Aziz, Bandingkan Gaya Istri Presiden dan Istri Kapolda
T R I B U N NEWS/IRWAN RISMAWAN
Istri Pejabat Polri Disindir Kapolri Idham Aziz, Bandingkan Gaya Istri Presiden dan Istri Kapolda 

Perilaku ini, kata dia jauh berbeda dengan sebagian oknum perwira polisi dan istrinya.

4 Makanan Enak Gak Sehat, Bikin Berat Badan Naik, Kolesterol Tinggi dan Hipertensi, Termasuk Sosis

“Kau bayangkan itu ibu kapolres, kalau mau ke Jakarta saja, semua pintu VIP di bandara ditutup. Itu baru istri kapolres, bayangkan kalau itu istri kapolda,” ujar Idham yang terdengar diikuti tawa hadirin. Dengan nada kelakar dia melanjutkan, dengan memberi contoh kejadian itu ada di bandara Tampapadang, Mamuju. Lalu setelah tawa kembali terdengar menggema. Belum lagi derai tawa mereda, kapolri melanjutkan;

“Tapi itu, contoh bukan disini, bukan di Tampapadang. Contoh saya, itu di polda lain.”

Kapolri lalu merelefksikan teladan itu harus diterapkan dalam perilaku keseharian semua personel polisi di Indonesia.

“Pelajaran yang saya mau ambil, bahwa kadang-kadang tanpa kita sadari, kita diomongin sama orang banyak (karena perilaku polisi yang tak disadari.)”

Menurutnya perbaikan isntitusi Polri sebagai pelayan masyarakat harus dimulai dari kesadaran personel, termasuk dirinya.

“Makanya saya sejak saya kapolri, kalau naik mobil tak pernah itu pakai bintangku, bintang empat. Kau lihat saja sendiri. Saya pergi ke istana (presiden), mobil biasa saja. (kalau rapat terbatas) Ratas jam 1, jam 12 saya sudah berangkat ke Istana (tak ada pengawalan mencolok),” ujarnya.

Ayah empat anak ini juga menceritakan kebiasaan lainnya saat jabat kapolri (November 2019) yang juga tak mau banyak protokoler dan jemputan.

“Pasti kalian bertanya-tanya. Terutama PJU (perwira jabatan utama) polda/polres, semua kenapa kapolri ini tak boleh dijemput-jemput.”

Dia melanjutkan, perilaku itu harus dibiasakan. “Tidak boleh, kita harus bisa membedakan mana adat, mana kebiasaan, agama, dan tradisi. semua harus bisa dibedakan.”

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved