Lahan untuk Bangun SMA-SMK di Medan Deli Sudah Disiapkan, Tapi. . .

Karena tidak ada SMA-SMK negeri di Medan Deli, orangtua kerap harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk ongkos anak.

Lahan untuk Bangun SMA-SMK di Medan Deli Sudah Disiapkan, Tapi. . .
Tribun Medan/Gita Nadia Tarigan
Sekretaris Kecamatan Medan Deli, Irfan Asardi saat ditemui di Kantor Camat Medan Deli, Jalan Rumah Potong Hewan Nomor 24, Selasa (14/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Medan Deli, Irfan Asardi mengatakan pengajuan mendirikan SMA/SMK Negeri di Kecamatan Medan Deli berawal dari usulan warga sejak Januari 2014 lalu.

"Berawal dari usulan warga dan tokoh masyarakat sejak 2014 lalu. Itu sangat baik sekali, memang selama ini kita tak punya SMA Negeri. Usulan ini berulang kali sudah kami ajukan, setiap reses anggota dewan, maupun provinsi," katanya di Kantor Camat Medan Deli, Jalan Rumah Potong Hewan Nomor 24, Selasa (14/1/2020).

Sejak 2014 Irfan mengatakan pihak Kecamatan terus berupaya dan mengusulkan dalam setiap kesempatan. Namun hingga saat ini belum menemukan titik terang.

"Memang selama ini ditampung dan diteruskan. Masalahnya kemarin itu mencari lahan, kita sudah dapat dua titik di Kelurahan Kota Bangun, namun kami enggak tahu kenapa prosesnya kok enggak jalan. Kita sudah dapat lokasi yang memadai, tinggal masalah harga," katanya.

Tak Ada SMA dan SMK Negeri di Medan Deli Meski Termasuk Kecamatan Terpadat

Ia mengatakan memang selama ini belum pernah ada dibangun SMA dan SMK negeri di Kecamatan Medan Deli, sehingga orangtua kerap harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk ongkos anak. Belum lagi para pelajar dihadapkan dengan Persaingan yang ketat dan kuota tak mencukupi.

"Mereka harus mengongkosi anaknya keluar dari kecamatan. Kami selalu dari kantor walikota dulu melapor, dan janji anggota dewan itu yang nggak usah disebutkan namanya, ya harusnya ditindaklanjutilah. Kami kan sudah cari lahannya," katanya.

Meski lahan sudah didapatkan, pembangunan belum dapat dilaksanakan.

"Tinggal permasalahan followup saja, ganti rugi, dan lainnya. Ada berkasnya kita simpan sampai sekarang. Tapi enggak ngerti kita permasalahannya kok tiba-tiba gini lagi, terakhir mungkin masalah anggaran entah terlalu gede, entah lah. Kita harap APBD kita termasuk gede, mungkin ada skala prioritas, ada bangunan yang lebih penting dari itu mungkin, tapi tetap kita perjuangkan ini," katanya.

Irfan menunjukkan ribuan lembar berkas usulan rencana lokasi pembangunan SMA Negeri Medan Deli, yang sudah ada sejak Januari 2014.

"Kami tidak main-main memperjuangkan ini, setiap ada kesempatan selalu saya sampaikan."

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved