Paus Bungkuk Terdampar Dikuburkan Hari Ini

Bangkai Paus Bungkuk yang mati terdampar beberapa waktu lalu di Pantai Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, dikuburkan hari ini

Paus Bungkuk Terdampar Dikuburkan Hari Ini
Tribun Medan/Riski Cahyadi
Nelayan menunjukkan paus bungkuk (Magaptera Novaeangliae) yang mati terdampar di Pantai Silo Baru, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Minggu (12/01/2020).TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

Paus Bungkuk Terdampar Dikuburkan Hari Ini

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Bangkai Paus Bungkuk yang mati terdampar beberapa waktu lalu di Pantai Silo Baru, Desa Silo Baru, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, dikuburkan hari ini, Rabu (15/1/2020).

Kepala Desa Silo Baru, Ahmad Sofyan mengatakan bahwa hal tersebut dilakukan karena sulitnya mengevakuasi bangkai paus yang memiliki panjang 14 meter dan berat sekitar 20 ton itu.

"Tadi baru saja bangkai paus didaratkan kapal ke pinggir," katanya, Rabu (15/1/2020).

Ahmad menuturkan akibat ukurannya begitu besar, daging paus akan dipotong-potong untuk memudahkan proses penguburan.

"Dagingnya di-fillet, baru tulang tulangnya dinaikkan ke truk untuk dibawa ke Museum Rahmat Gallery," katanya.

Sebelumnya, kata Sofyan, Pemkab Asahan sempat bingung mengevakuasi mamalia itu. Pasalnya, ukurannya sangat besar.

Sempat mencuat beberapa opsi penanganan bangkai, mulai dari penenggelaman, dibiarkan membusuk, penguburan, hingga membakarnya.

Sofyan mengungkapkan, Pemkab Asahan mengimbau nelayan dan masyarakat menjauhi paus itu, karena dikhawatirkan bisa meledak.

"Dalam perut paus itu ada gas yang akan berkembang dan akan membuat ledakan di dalam perut. Jadi, kami sudah mengantisipasi agar masyasrakat dan nelayan menghindar dari situ," ungkapnya.

Untuk diketahui bahwa terdamparnya, mamalia berukuran 14 meter itu, bermula pada Rabu (8/12/2019) kemarin, di mana para nelayan menemukan paus terdampar di Perairan Pantai Silo Baru. Selanjutnya mereka berinisatif menggiring paus itu ke tengah laut dengan kapal motor

Namun pada Jumat (10/1/2020) pagi, paus itu kembali terdampar, kali ini lokasinya 5 mil dari lokasi pertama ditemukan atau lebih tepatnya 500 meter dari bibir pantai.

Selanjutnya para nelayan bersama masyarakat mengevakuasi paus dengan menarik tubuhnya ke tengah. Namun, upaya itu tidak berhasil. (gov/tribun-medan.com)

Penulis: Fatah Baginda Gorby Siregar
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved