Dalangi Pembunuhan Sopir Taksi Online, Akbar Dituntut Hukuman Mati

Akbar berharap tidak ada orang lain yang mengikuti aksinya. ”Cukuplah saya, jangan ada lagi pelaku yang lain. Saya terima tuntutan ini,” katanya.

Dalangi Pembunuhan Sopir Taksi Online, Akbar Dituntut Hukuman Mati
KOMPAS/RHAMA PURNA JATI
Akbar Akbar Al Fariz (34), aktor utama pembunuhan pengemudi taksi daring di Palembang, Sumatera Selatan, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (16/1/2020). 

Dalangi Pembunuhan Sopir Taksi Online, Akbar Dituntut Hukuman Mati

TRIBUN-MEDAN.com - Akbar Al Fariz (34), terdakwa pembunuh pengemudi taksi daring di Palembang, Sumatera Selatan, Sofyan, dituntut hukuman mati.

Selain menjadi pelaku, dia juga diduga merencanakan pembunuhan dan mengajak serta tiga pelaku lain.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum Purnama Sofyan di Pengadilan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (16/1/2020).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Efrata Tarigan ini, jaksa menuntut Akbar dijatuhi hukuman mati.

Terdakwa dinilai terbukti melanggar Pasal 340 jo KUHP Pasal 55 Ayat 1 tentang Pembunuhan Berencana terhadap Sofyan (44) pada 29 Oktober 2018.

Akbar juga menyuruh tiga pelaku lain, yakni Riduan (45), Acundra (21), dan FR (16), ikut membunuh Sofyan.

Menurut Purnama, ada beberapa hal yang memberatkan sehingga Akbar dituntut hukuman mati, salah satunya karena Akbar adalah aktor utama di balik pembunuhan ini.

”Akbar yang memilih korban dan mengharuskan korban yang disasarnya tewas,” katanya.

Purnama menuturkan, sebenarnya ada waktu bagi Akbar untuk tidak melakukan aksinya. Dia dua kali membatalkan pemesanan taksi daring karena sejumlah alasan.

KOMPAS/RHAMA PURNA JATI

Jaksa Penuntut Umum Purnama Sofyan

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved