Dalangi Pembunuhan Sopir Taksi Online, Akbar Dituntut Hukuman Mati

Akbar berharap tidak ada orang lain yang mengikuti aksinya. ”Cukuplah saya, jangan ada lagi pelaku yang lain. Saya terima tuntutan ini,” katanya.

Dalangi Pembunuhan Sopir Taksi Online, Akbar Dituntut Hukuman Mati
KOMPAS/RHAMA PURNA JATI
Akbar Akbar Al Fariz (34), aktor utama pembunuhan pengemudi taksi daring di Palembang, Sumatera Selatan, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (16/1/2020). 

”Saat ini, mereka sedang mengajukan banding luar biasa berupa peninjauan kembali,” kata Purnama.

Orangtua korban, Kiagus Abdul Roni, mengatakan puas dengan tuntutan tersebut. Menurut dia, perbuatan Akbar adalah tindakan yang keji dan pantas diganjar dengan hukuman mati.

”Cukup anak saya yang jadi korban, jangan sampai orang lain mengalami nasib yang sama,” kata Roni.

Setelah kematian anaknya, ujar Roni, istri dan anak Sofyan tinggal bersamanya. ”Kami juga harus membiayai mereka setelah kepergian anak saya,” kata Roni.

Menyikapi tuntutan tersebut, Akbar meminta waktu kepada majelis hakim selama satu minggu untuk menyusun nota pembelaan. Namun, dia mengatakan tidak pernah mengajak FR untuk ikut dalam aksi ini.

”FR sendiri yang mau ikut bergabung,” kata Akbar.

Akbar berharap tidak ada orang lain yang mengikuti aksinya. ”Cukuplah saya, jangan ada lagi pelaku yang lain. Saya terima tuntutan ini,” katanya.(*)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.Id dengan judul Otak Pembunuhan Sopir Taksi Daring Dituntut Hukuman Mati

Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved