Kenang Sastrawan Damiri Mahmud, Kosambi Gaungkan Antologi Puisi

Komunitas Sastra Masyarakat Binjai (Kosambi) pun mengadakan sayembara puisi untuk para penikmat sastra dalam rangka mengabadikan kenangan untuk Damiri

Kenang Sastrawan Damiri Mahmud, Kosambi Gaungkan Antologi Puisi
Tribun-Medan.com/Kartika Sari
Kegiatan baca puisi yang dilaksanakan Kosambi secara rutin untuk memperkenalkan sastra. 

Kenang Sastrawan Damiri Mahmud, Kosambi Gaungkan Antologi Puisi

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Kepergian Sastrawan Nasional, Damiri Mahmud beberapa waktu lalu masih menyimpan duka bagi sebagian masyarakat khususnya dari kalangan pecinta sastra.

Melihat hal tersebut, Komunitas Sastra Masyarakat Binjai (Kosambi) mengadakan sayembara puisi untuk para penikmat sastra dalam rangka mengabadikan kenangan untuk Damiri Mahmud, Kamis (16/1/2020).

Ketua Kosambi, Suyadi San mengungkapkan bahwa latar belakang untuk mengadakan sayembara ini adalah sebagai wujud terhadap dedikasi yang sudah diberikan Damiri Mahmud dalam dunia sastra.

"Kami (Kosambi) merasa tergerak untuk mengenang seorang tokoh besar dalam dunia untuk membuat puisi agar orang-orang yang masih belum tau siapa Damiri Mahmud dapat mengenal melalui kumpulan puisi ini," ungkap Suyadi.

Menurut informasi Suyadi, sudah hampir 100 penulis yang sudah mengirimkan puisi bertema Damiri Mahmud yang berasal dari berbagai daerah seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi hingga Malaysia dimulai pada tanggal 4 Januari-20 Januari 2020.

Suyadi menuturkan, puisi yang dikirimkan akan melalui seleksi seperti pengenalan terhadap tokoh Damiri Mahmud baik secara langsung ataupun melalui media yang lain.

"Pertama harus sesuai dengan tema mengenai Damiri Mahmud. Kemudian tentang kekuatan diksi juga sesuai dengan karakter Damiri Mahmud yang terakhir mengenai referensi. Sampai dimana ia mengenal karakter Damiri Mahmud," ujarnya.

Suyadi berharap dengan adanya antologi puisi ini, anak-anak muda dapat meniru semangat dari Damiri Mahmud.

"Dengan kepergian Damiri Mahmud, kita harus tetap meniru semangatnya. Terus menulis puisi, makalah dan kritik agar anak-anak muda dapat meniru langkah, gerak, semangat Damiri Mahmud. Jangan mundur di tengah jalan dan patah semangat, itu yang harus ditiru," tutur Suyadi.

Apresiasi terhadap Damiri Mahmud juga banyak dari kalanfan penikmat sastra diantara yaitu Asro Kamal Rokan. Ia menuturkan bahwa antologi puisi ini sebagai bentuk dalam mengabadikan Damiri Mahmud.

"Saya sudah kenal bang Damiri sudah sejak lama. Saya rutin ikut kegiatannya, diskusinya. Ia merupakan sastrawan yang hebat dengan menggunakan idiom-idiom melayu yang sangat jarang digunakan. Saya merasa senang dapat bergabung dalam antologi puisi ini sebagai bentuk penghormatan atas karya-karya dari Damiri Mahmud ini," ujarnya. (cr13)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved