Kapolda Kunjungi Tribun Medan

Menyasar Kapolsek Payung Tersangkut Narkoba, Kapolda Sumut: Hukumannya Lebih Berat

apolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin Siregar, memiliki sejumlah komitmen untuk melakukan memberantas peredaran narkotika

TRIBUN MEDAN/M FADLI TARADIFA
Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin Siregar saat menyambangi kantor Harian Tribun Medan, Kamis (16/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin Siregar, memiliki sejumlah komitmen untuk melakukan memberantas peredaran narkotika.

Tidak hanya bagi masyarakat bahkan anggota kepolisian yang terlibat dalam peredaran atau menjadi pengguna narkoba, mendapat sanksi tegas.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum polisi yang menjabat sebagai mantan Kapolsek Payung Iptu Samson Susaei Sembiring, hingga kini menjalani proses hukuman bahkan terancam pemecatan dan pidana.

Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin Siregar mengatakan, ada beberapa tugas dan tanggungjawab, khusus untuk narkotika tidak ada toleransi.

"Untuk narkotika, saya pribadi tidak ada toleransi. Kita harus bisa membedakan mana pengguna dan pengedar. Bagaimana membedakan, undangan-undang sudah menjelaskan. Untuk rehabilitasi asesmen kita BNN," ujarnya saat menyambangi kantor PT Harian Tribun Medan/www.tribun-medan.com, Kamis (16/1/2020).

Dalam pemaparannya, Kapolda Sumut sebut 60 persen penghuni lapas merupakan penyalahgunaan narkoba.

"Sumut, bukan lagi selama ini kita sampai kan daerah transit. Tapi menjadi sekmen terbesar peredaran narkotika seperti Jawa. Itu wilayah-wilayah kabupaten di Sumut menjadi pasar," ungkapnya.

Terkait peredaran narkotika, lanjut Kapolda pihaknya akan merangkul instansi-instansi terkait untuk bersama memberantas peredaran narkotika.

"Peredaran narkotika, saya juga akan mendatangi kemenkumham untuk bekerja sama. Karena kita tidak bisa sendiri. Karena jangankan kepada masyarakat, anggota terlibat hukumannya bahkan lebih berat. Contoh
salah satu anggota saya yakni Kapolsek Payung. Saya ingin menunjukkan tidak ada perbedaan masyarakat dan polisi tidak ada bedanya. Bahkan hukumannya lebih berat," jelasnya.

Maka dari itu, lanjut polisi berpangkat Bintang dua di pundaknya ini, bahwa untuk memberantas peredaran narkotika, diperlukan juga peran keluarga.

"Kita harus mampu menjadi polisi di lingkungan keluarga. Jangan karena anak kita di kamar aja itu baik. Belum tentu, kita harus mengecek. Periksa tas, atau apapun milik anak kita. Karena peredaran narkoba paling rentan usia muda rata-rata di tingkat SMA," katanya.

Dalam kunjungan Kapolda Sumut Irjen pol Martuani Sormin Siregar didampingi PJU Polda.

Kedatangan Polda jajaran tersebut disambut hangat oleh pimpinan redaksi Tribun Medan Syarief Dayan dan Pimpinan Umum, Setiawan.

(mft/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved