Persiapan Pelatda PON, KONI Gelar Tes Psikologi Analisis Kelemahan dan Kekuatan Atlet

KONI Sumatera Utara menggelar tes psikologis hari kedua bagi para atlet yang dipersiapkan menghadapi gelaran akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020

Persiapan Pelatda PON, KONI Gelar Tes Psikologi Analisis Kelemahan dan Kekuatan Atlet
TRIBUN MEDAN/CHANDRA SIMARMATA
Para atlet tampak sedang mengikuti tes psikologis yang digelar oleh KONI Sumut bertempat di Fakultas Ilmu Keolahragaan Unimed 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Utara menggelar tes psikologis hari kedua bagi para atlet yang dipersiapkan menghadapi gelaran akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua bulan Oktober mendatang, Kamis (16/1/2020).

Tes yang berlangsung di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNIMED, selama dua hari Rabu-Kamis, 15-16 Januari tersebut diikuti 161 dari 178 atlet Sumut yang meraih tiket lolos setelah melalui babak kualifikasi Pra-PON 2019.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Kabid Binpres) KONI Sumut, Mesnan mengatakan, uji psikologis ini merupakan satu dari tiga tahapan tes awal yang dilakukan KONI Sumut sebelum memulai program Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) PON.

Sebelumnya KONI Sumut telah lebih dulu menggelar tes fisik pada hari Sabtu (11/1/2020) kemarin.

"Tes psikologi ini berlangsung dua hari, Rabu dan Kamis. Seleksi terbagi dua jenis yakni pengisian uji tes psikologis dan wawancara. Sebagian yang sudah selesai langsung wawancara satu persatu. Bagi yang belum selesai dilanjutkan hari Kamis," ujarnya.

Mesnan menjelaskan tujuan dari tes psikologis tersebut untuk mendapatkan data terkait kepribadian para atlet.

Dari tes tersebut, diharapkan KONI Sumut akan mendapatkan analisis kekurangan dan kelebihan atlet serta masukan untuk meningkatkan perkembangan mereka.

Lewat tes tersebut juga akan dianalisis untuk mengetahui motivasi para atlet, etos kerja, serta daya juangnya .

"KONI Sumut harus mengetahui pertama kondisi fisik anak. Kedua mental yang dilihat dari tes psikologi. Kalau olahraga ini kan kita harus tahu bagaimana kondisi mental atlet."

"Misalnya ada jumpa lawan kuat langsung takut, nah di situlah kita nanti bisa intervensi, para psikolog bekerja sehingga kita tahu bagaimana melatih atlet untuk muncul keberanian meski lawan kuat.

Setelah melakukan tes fisik dan psikologis, lanjut Mesnan, dijadwalkan KONI Sumut yang bekerja sama dengan Rumah Sakit USU juga akan kembali menggelar tes kesehatan pada hari Jumat (17/1/2020).

Tes tersebut juga dijadwalkan berlangsung dua hari hingga Sabtu 18 Januari 2020 bertempat di kantor KONI Sumut.

"Kemudian dari tes ini bisa dilihat juga apakah atlet ini cocok di olahraga yang memiliki kerjasama. Kalau dia pemain bola tapi tidak memiliki kerja sama bagaimana melatih."

"Jadi secara psikologis akan kita kasih pendampingan. Nanti juga setelah tes akan ada pendampingan lanjutan dalam psikologi. Setelah tes fisik dan psikologi baru nanti ketiga tinggal tes kesehatan," pungkasnya.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved