RAJA dan Ratu Keraton Agung Sejagat Ditangkap, Berikut Pengakuan Sang Raja soal Wangsit

Sempat menghebohkan masyarakat Indonesia, kini raja dan ratu Kerajaan Keraton Agung Sejagat ditangkap polisi

TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Totok Santosa Hadiningrat (42) dan Kanjeng Ratu Dyah Gitarja (41) yang mengaku sebagai pimpinan Keraton Agung Sejagat (KAS) dihadirkan di Mapolda Jateng, Rabu (15/1/2020). 

Selain itu Totok mengatakan ratu dari KAS atau Fanni, memiliki tugas untuk merancang atribut kerajaan seperti seragam, umbul-umbul, topi, dan bendera.

KAS yang begitu memiliki banyak pernak pernik, diakui Totok dananya bersumber dari hasil iuran para calon anggota.

Kemudian ia bercerita awal mulanya menjadi raja Kerajaan KAS.

Pada tanggal 8 Desember 2018, Totok mengakui dirinya resmi menjadi raja, lalu dilanjutkan kirab pada 10 Januari 2019 dan puncaknya 12 Januari 2019.

Sebagai Kerajaan yang mengaku berhak mengubah sistem politik di dunia, Totok memiliki beberapa tingkat jabatan dalam kerajaannya.

Ia memaparkan ada 13 jabatan Resi (menteri) bagian politik, ekonomi, militer, sosial, dan budaya.

Kemudian di bawah Resi, ada Bhre (gubernur).

Setelah itu ada Bekel (lurah) yang menjadi bawahan Bhre.

Selain jabatan strategis, Totok juga memiliki ratusan pengikut Kerajaan KAS.

Penampakan Keraton Agung Sejagat

Halaman
1234
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved