Aksi Senyap KPK di Medan

KPK Gelar Rekonstruksi di Hotel Bekas Milik Akbar, Golkar: Kalau Terlibat, Ngapain Kita Bela Pencuri

Sekretaris Partai Golkar Sumut, Amas Muda Siregar, memastikan tak akan memberikan bantuan apapun kepada Akbar Himawan jika terbukti bersekongkol

KPK Gelar Rekonstruksi di Hotel Bekas Milik Akbar, Golkar: Kalau Terlibat, Ngapain Kita Bela Pencuri
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Polisi bersenjata berjaga saat KPK gelar rekonstruksi perkara suap Dzulmi Eldin di hotel, kawasan Jalan Gajah Madan, Jumat (17/1/2020). Rekontruksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berkas perkara dan memperolah gambaran utuh terkait dengan rangkaian peristiwa dugaan penerimaan uang suap Dzulmi Eldin. 

KPK Gelar Rekonstruksi di Hotel Bekas Milik Akbar, Golkar: Kalau Terlibat, Ngapain Kita Bela Pencuri

TRIBUN MEDAN.COM, MEDAN - Penyidik KPK menggelar rekonstruksi dugaan suap Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, di hotel bekas milik anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar Akbar Himawan Buchari.

Sekretaris Partai Golkar Sumut, Amas Muda Siregar, memastikan tidak akan memberikan bantuan apapun kepada Akbar Himawan Buchari apabila terbukti bersekongkol dalam kasus suap yang menjerat Wali Kota Medan Dzulmi Eldin.

"Pokoknya kita tegas, kalau memang dalam kasus ini dia (akbar Himawan) terlibat gak perlu dibela, biarkan aja, ngapain kita bela pencuri," kata dia melalui sambungan telepon genggam, Jumat (17/1/2020) petang.

Ia mengatakan, Golkar merupakan parpol yang anti melihat anggota kepengurusan atau pun kader yang terlibat kasus korupsi. Baginya, pihaknya akan mendukung penegak hukum untuk memberantas kasus-kasus korupsi.

"Kita mendukung penegak hukum kalau memang dia terlibat, tidak ada tebang pilih. Golkar paling anti kali sama kader yang terlibat masalah korupsi," ujarnya.

Amas mengatakan, saat ini Akbar Himawan Buchari tidak lagi masuk dalam kepengurusan Partai Golkar Sumut, melainkan hanya anggota biasa.

"Dia gak ada di pengurusan, dia hanya kader biasa di Golkar," ujarnya.

Namun, ia tidak menyebutkan kapan Akbar Himawan dikeluarkan dari kepengurusan Partai Golkar.

Amas Muda Siregar menjelaskan, Akbar Himawan Buchari dikeluarkan dari kepengurusan partai karena sudah tidak lagi memiliki visi dan misi yang sejalan.

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved