Pembangunan Jembatan Wampu Dibahas di RDP, Warga: Rumah Kami Retak-retak

Puluhan kepala rumah tangga mengeluhkan dampak buruk pembangunan proyek jembatan Wampu, Langkat

Pembangunan Jembatan Wampu Dibahas di RDP, Warga: Rumah Kami Retak-retak
Tribun-Medan.com/Dedy Kurniawan
DPRD Langkat mengundang warga dan PT Nur Ikhsan Minasa Mulya selaku kontraktor pekerjaan terkait proyek jembatan Wampu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). 

Pembangunan Jembatan Wampu Dibahas di RDP, Warga: Rumah Kami Retak-retak

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Puluhan kepala rumah tangga mengeluhkan dampak buruk pembangunan proyek jembatan Wampu, Langkat.

Ada puluhan rumah warga di Dusun Pantai Luas Desa Stabat Lama Barat Kabupaten Langkat rusak akibat pengerjaan jembatan Wampu.

Keluhan mereka akhirnya ditanggapi Komisi D DPRD Langkat. Dewan dan warga melakukan mediasi melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan mengundang PT Nur Ikhsan Minasa Mulya selaku kontraktor pekerjaan.

Warga Dusun Pantai Luas, Ainul Hidayat mengatakan bahwa rumahnya retak-retak akibat pembangunan paku bumi jembatan.

Dia berharap pihak kontraktor secepatnya memperbaiki rumah warga yang rusak.

"Sejak adanya proyek jembatan Wampu rumah kami retak-retak akibat pengerjaan jembatan ini," ungkap Ainul Hidayat, Jumat (17/1/2020).

Selain pihak perusahaan, hadir juga dalam RDP Wakil Ketua DPRD Langkat Antoni mewakili Komisi D, Camat Wampu Syamsul Adha, Kepala Desa Stabat Lama Barat Tengku Firmansyah, masyarakat Dusun Pantai Luas.

Antoni yang memimpin RDP meminta pihak-pihak kontraktor yang hadir secara langsung menjelaskan kepada warga yang terdampak. Selain itu, ke depan masalah ini dapat dipahami Komisi D untuk tindak lanjutnya.

Menjawab keluhan warga, General Superintendent PT Nur Ikhsan Minasa Mulya, Supriadi Ginting mengaku ada dampak ke rumah warga sebab getaran. Katanya, ada efek pemasangan paku bumi dalam pengerjaan jembatan Wampu.

"Pihak perusahaan bertanggung jawab atas rusaknya 14 rumah warga akibat pemasangan paku bumi pada pengerjaan jembatan Wampu. Selambat-lambatnya awal minggu pertama bulan Februari 2020 rumah warga akan selesai kami perbaiki," ucapnya.

Supriadi Ginting juga menambahkan bahwa diprediksi pada Maret 2020 proyek jembatan wampu sepanjang 140 meter dengan tinggi 80 meter sudah selesai. Dia mengklaim jembatan Wampu paling tinggi di Sumatera Utara.

Selain perbaikan rumah yang rusak, dalam RDP itu Camat Wampu berharap pihak perusahaan PT Nur Ikhsan Minasa Mulya juga mengeluarkan dana CSR.

Dana ini untuk pembangunan gerai penjualan durian di Kecamatan Wampu. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved