Tebing-tebing di Samosir Berubah Jadi Galian Ilegal Raksasa

Lubang-lubang menganga terdapat di sejumlah bukit-bukit kecil di tepi jalan Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir

Tebing-tebing di Samosir Berubah Jadi Galian Ilegal Raksasa
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Aktivitas galian ilegal yang mengakibatkan lubang-lubang menganga di sejumlah bukit-bukit di tepi jalan Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. 

Tebing-tebing di Samosir Berubah Jadi Galian Ilegal Raksasa

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Lubang-lubang menganga terdapat di sejumlah bukit-bukit kecil di tepi jalan Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sabtu (17/1/2020).

Terlihat mobil dump truck lalu lalang menebar debu sepanjang jalan sepekan terakhir ini.

Lubang ini diakibatkan oleh kerukan ekskavator yang mengeruk bukit-bukit di Huta Tinggi.

Material tanahnya diangkut menggunakan mobil dump truck ke pusat kota Pangururan tepatnya ke proyek Pemerintah Pusat, Pelebaran Alur Tano Ponggol.

Usut punya usut, pengerukan atau galian ini ternyata ilegal.

Sayangnya, para penambang ilegal tidak mengindahkan protes berbagai pihak, baik masyarakat maupun pemerintah.

Camat Pangururan, Bresman Simbolon, menyampaikan Pemkab Samosir telah turun ke lokasi untuk mengehntikan pengerukan ilegal tersebut. Namun, para penanbang ilegal itu tak menghiraukan teguran tersebut.

"Kami pihak kecamatan bersama Satpol PP, Dinas Perizinan, Lingkungan Hidup sudah tiga kali turun ke lokasi untuk menghentikan karena galian tersebut ilegal," kata Bresman Simbolon.

Halaman
123
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved