Breaking News:

Ingin Berikan Dampak Pada Lingkungan, Paramuda Of Law Galakkan Bakti Sosial dan Peduli Pemuda

Sebuah kumpulan lulusan sarjana Hukum, Paramuda Of Law giat melakukan kegiatan bakti sosial dan peduli pemuda.

TRIBUN MEDAN/Rechtin Hani Ritonga
Paramuda of Law saat tengah melakukan kegiatan di Desa Sigara-Gara, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang. Paramuda of Law ingin beri dampak positif bagi pemuda melalui sharing dan diskusi serta pemahaman hukum 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebuah kumpulan lulusan sarjana Hukum, Paramuda Of Law giat melakukan kegiatan bakti sosial dan peduli pemuda.

Perkumpulan yang dibentuk atas dasar suka rela ini memulai perjalanannya sejak 2019 dengan aktif mensosialisasikan mengenai masalah-masalah yang kerap dialami pemuda serta mengadakan bakti sosial.

"Sebenarnya tujuan dasarnya itu adalah penyaluran ilmu, kita udah sekolah, kuliah, terus ilmunya mau dikemanain? Itulah makanya mulai mikir harus berbuat apa untuk sekitar," ujar Wan Shanya, founder Paramuda Of Law Minggu (19/1/2020).

Nia menambahkan bahwa dirinya ingin memberi manfaat untuk sekitar dengan apa yang dimiliki. Selain bakti sosial, ia juga mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan juga berkaitan tentang masalah-masalah yang tengah dihadapi masyarakat, secara khusus di daerah tertentu.

"Sejauh ini kita udah bikin bakti sosial, juga memberikan semacam sharing dan diskusi mengenai masalah-masalah yang terjadi. Misalnya, waktu itu kami datang ke Sekolah Menengah Atas (SMA) kami coba ajak diskusi soal ngevape," sambungnya.

Lulusan Magister di bidang Hukum ini menyadari bahwa masalah-masalah yang dihadapi pemuda tidak hanya ada di kota, tetapi juga di desa meskipun secara kasat mata perkembangan teknologi belum begitu pesat seperti di kota.

"Terakhir di Hamparan Perak kita adakan kegiatan, nah saat kita coba telisik lebih dalam lagi mengenai masalahnya, ternyata yang paling banyak terjadi di sana adalah kenakalan remaja," katanya.

Masing-masing masalah yang kerap melanda ini, sambung Nia terjadi karena berbagai faktor, terutama pendidikan.

"Kalau kita mau kota kita maju, cerdaskan dulu orang-orangnya," ujarnya.

Hal inilah yang membuat Paramuda Of Law mencoba menyadarkan para generasi muda dengan metode yang lebih humanis, seperti diskusi, sharing, serta pemberian pemahaman-pemahaman.

"Kalau kita cuma bilang dan marah-marah saja, mana mau mereka dengar, harus ada pendekatan dan metode yang efektif," katanya.

Ke depan ia sangat berharap Paramuda Of Law tetap terus ada. Ketika ditanyai mengapa tidak ingin menyebutnya sebagai komunitas, ia menjawab ingin memiliki kedudukan hukum yang jelas.

"Ini bakal dijalani terus sih, seenggaknya ada yang dibuat untuk orang lain, karena hidup itu harusnya ga hanya mikirin diri sendiri. Ke depan maunya ini menjadi Yayasan, supaya punya kedudukan hukum yang kuat," pungkasnya. (cr14)

Penulis: Rechtin Hani Ritonga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved