Titi Gantung Ikon Bersejarah Kota Medan Kini Jadi Tempat Buang Sampah dan Lapak Pengemis

Kondisi Jembatan penyebrangan dari daerah Kesawan menuju jalan jawa atau sering disebut Titi Gantung, saat ini cukup memprihatinkan.

Titi Gantung Ikon Bersejarah Kota Medan Kini Jadi Tempat Buang Sampah dan Lapak Pengemis
TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Kondisi Wisata Titi Gantung Banyak Sampah Menumpuk Dan Lapak Pengemis, Minggu (19/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kondisi Jembatan penyebrangan dari daerah Kesawan menuju jalan jawa atau sering disebut Titi Gantung, saat ini cukup memprihatinkan.

Pasalnya, jembatan bersejarah yang dibangun pada 1885 itu, kini dipenuhi berbagai persoalan.

Seperti sampah yang menumpuk di beberapa sudut, banyaknya lapak pengemis, coretan-coretan, serta aroma yang tidak sedap setiap kali lewat.

Bahkan saat menaiki jembatan, bagian depan sudah terlihat lapak pengemis yang dibuat dari sarung dan karton.

Beberapa pengunjung yang menolak memberi uang, juga tak luput dari sumpah serapah sang pengemis.

Hal tersebut terbukti saat tribun medan melewati jembatan tersebut, seorang lelaki tua yang duduk beralaskan karton langsung marah dan membentak saat permintaannya tidak digubris.

"Woi, liat sini, woi, sok kali kau. Sombong kali kau," katanya dengan nada membentak, Minggu (19/1/2020).

Hal tersebutlah yang kerap dialami oleh masyarakat yang berlalu lalang di sekitar jembatan.

Kondisi Wisata Titi Gantung Banyak Sampah Menumpuk Dan Lapak Pengemis, Minggu (19/1/2020).
Kondisi Wisata Titi Gantung Banyak Sampah Menumpuk Dan Lapak Pengemis, Minggu (19/1/2020). (TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN)

Padahal selain sebagai salah satu objek wisata di kota Medan, titi gantung juga memiliki nilai sejarah serta berada di pusat kota, sehingga masyarakat yang lalu lalang di sekitar stasiun kereta api musti dapat langsung melihat kondisi tersebut.

Seorang warga, Cindy Tarigan yang mengaku setiap hari melewati jembatan tersebut merasa tidak elok apabila hal tersebut terjadi di tempat wisata.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved