Breaking News:

Meski Jadi Landmark dan Ikon Bersejarah, Titi Gantung Tak Masuk Cagar Budaya Kota Medan

Isnen Fitri mengatakan saat ini ikon wisata sejarah yang membutuhkan kepedulian bukan hanya titi gantung saja

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Jembatan Titi Gantung, yang menjadi salah satu ikon Kota Medan, dipenuhi tumpukan sampah, Minggu (18/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kabid Penelitian dan Kebijakan Publik Balai Warisan Sumatera Utara, Isnen Fitri mengatakan saat ini ikon wisata sejarah yang membutuhkan kepedulian bukan hanya titi gantung saja.

"Kalau khususnya Titi gantung memang seharusnya PT KAI juga harus ikut serta berperan. Selain itu, kalau saya rasa bukan hanya Pemko saja, tapi juga masyarakat yang ada di sekitar sana. Yang berlalu-lalang juga ikut berpartisipasi seharusnya. Karena yang mengotori juga kan banyak juga dari masyarakat," katanya.

Meski demikian katanya Pemko hingga saat ini belum menetapkan bahwa titi gantung sebagai cagar budaya.

" Pemko tidak mencatat jembatan atau tidak gantung ini sebagai cagar budaya, masalahnya juga di situ dan kita dari Balai Warisan Sumatera memang pernah mengusulkan bahwa titi gantung itu adalah bagian dari cagar budaya," katanya.

Ia menjelaskan bahwa di Undang-undang Nomor 11 tahun 2020, titi gantung termasuk diduga cagar budaya berdasarkan kategori struktur.

"Kalau di Undang-Undang cagar budaya nomor 11 tahun 2010 kategorinya struktur. Kan kita punya ada beberapa kategori dimulai dari benda, struktur bangunan, kawasan dan situs."

"Ada lima kategori nya, nah Titi gantung ini termasuk kategori struktur. Hanya di dalam Perda dan SK Walikota Titi gantung ini memang tidak dimasukkan ke dalam kategori cagar budaya," katanya.

Hal tersebut katanya dikarenakan Pemko masih fokus pada bangunan sebagai cagar budaya.

"Masalahnya di situ pemerintah kota Medan Masih berfokus pada bangunan yang ditetapkan sebagai cagar budaya, itu salah satunya kenapa itu terjadi, sampah berserakan, seperti dibiarkan begitu, Walaupun demikian sebenarnya, kalau kita merujuk pada undang-undang, Itu sudah merupakan diduga cagar budaya walaupun tidak ditetapkan melalui SK Walikota ataupun Perda," katanya.

Ia menjelaskan bahwa struktur yang dimaksud adalah titi gantung sebagai landmark.

Halaman
12
Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved