Pak Pong Medan Raih Juara Teater Tradisi di TMII dan Taman Ismail Marzuki Menyusul

Perkumpulan Pak Pong Medan cukup diperhitungkan dalam dunia kesenian tradisional khususnya Melayu.

Pak Pong Medan Raih Juara Teater Tradisi di TMII dan Taman Ismail Marzuki Menyusul
TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Dokumentasi penampilan Ronggeng Melayu di TMII Jakarta dengan meraih juara tiga penampil terbaik 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan – Perkumpulan Pak Pong Medan cukup diperhitungkan dalam dunia kesenian tradisional khususnya Melayu.

Hal ini dibuktikan pada 2018 menjadi tahun membanggakan bagi 30 anggota tersebut karena Pak Pong Medan berhasil meraih juara tiga dalam Penampil Terbaik Teater Tradisi di TMII Jakarta.

Inisiator Pak Pong Medan, Iwan Amri merasa ini patut dibanggakan karena usia Pak Pong yang baru menginjak usia tiga tahun mampu bersaing dengan banyaknya kompetitor dari seluruh Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa berangkat ke Jakarta dengan membawa 25 orang dengan biaya sendiri cukup menjadi momen tidak terlupakan.

Anggota Pak Pong Medan, Jali, yang turut ikut ke Jakarta mengungkapkan bahwa dana yang digunakan untuk berangkat berasal dari dana hasil manggung ke berbagai tempat.

“Itu event festival teater tradisi. Dananya hasil dari kita manggung di beberapa tempat, kita kumpulin. Kita dapat prestasi sebagai penyaji terbaik. Waktu latihan kita juga tidak terlalu banyak karena waktu dan kesibukan,” ujar Jali, Senin (20/1/2020).

Tiga tahun berjalannya Pak Pong, hingga kini perkumpulan ini sudah sering diajak untuk penampilan di berbagai daerah seperti Batubara, Langkat, Tanjung Balai, dan Asahan yang kental dengan nuansa Melayu.

Iwan mengatakan bahwa Pak Pong Medan juga pernah secara khusus diundang oleh mantan Walikota Binjai, Muhammad Ali Umri untuk melakukan penampilan

“Bapak Ali Umri juga pernah mengundang kita untuk tampil. Beliau sampai terpingkal terdiam hingga terpingkal lagi, sambil berguyon tidak akan mengundang Pak Pong Medan lagi,” kenang Iwan.

Perkumpulan Pak Pong Medan ini juga memiliki harapan yang besar terhadap minat anak muda dalam mencintai kebudayaan kesenian Melayu.

Ia menceritakan bahwa penari di Pak Pong Medan banyak anak muda namun dikarenakan ia sudah berkecimpung di seni jadi bukan sesuatu hal yang baru lagi.

“Perlu kerja keras untuk anak-anak bisa suka kebudayaan Melayu, karena yang kita hadapi sekarang bukan main-main, di cafe kita lihat live music bukan tradisi namun modern. Untuk sekarang ini usaha anak muda yang cinta akan budaya sudah mulai nampak, persoalannya audiens tertarik atau enggak itu yang perlu diusahakan,” ujar Iwan.

Iwan juga memiliki keinginan Perkumpulan Pak Pong Medan dapat lebih bisa maju lagi dalam meningkatkan kesenian Melayu.

“Saya Berharap Pak Pong Medan bisa lebih maju. Ada rencana kami ingin main di taman ismail marzuki. tidak hanya meronggeng tapi ada teater bangsawan. Ada undangan dari taman ismail marzuki yang nanti kita liat kedepannya lah,” harap Iwan. (cr13)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved