Breaking News

Tribun Wiki

Seni Pertunjukan Tradisional Ronggeng Melayu di Persimpangan Zaman

Kesenian Ronggeng umumnya dikenal sebagai kesenian khas Jawa dengan menampilkan penari wanita yang tampil di sebuah pertunjukan tari.

TRIBUN MEDAN/KARTIKA SARI
Kesenian Ronggeng Melayu khas Budaya Melayu yang erat dalam menampilkan berbalas pantun dan petatah petitih dalam setiap pertunjukannya. 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan – Kesenian Ronggeng umumnya dikenal sebagai kesenian khas Jawa dengan menampilkan penari wanita yang tampil di sebuah pertunjukan tari.

Berbeda dengan Ronggeng Jawa, Sumatra Utara juga memiliki kesenian Ronggeng yang menjadi khas kesenian masyarakat melayu yang kuat dengan unsur berbalas pantun dan petatah petitihnya.

Di Kota Medan, terdapat Perkumpulan Pak Pong Medan yang merupakan perkumpulan seniman-seniman Melayu yang memiliki kecintaan dan ingin melestarikan kesenian Ronggeng Melayu yang berdiri pada 2016.

Inisiator Pak Pong Medan, Iwan Amri menuturkan bahwa pementasan Ronggeng Pak Pong Medan ini sebagai bentuk dalam pelestarian terhadap kesenian Melayu yang sudah jarang ditemukan.

“Pementasan ini bermaksud mengangkat Ronggeng Melayu yang hampir punah serta memperkenalkan kepada generasi muda agar tidak ditelan zaman. Pak Pong Medan juga rutin mengadakan pementasan setiap Jumat malam yang dilaksanakan di Open Stage. Kami tidak peduli hujan badai ataupun penonton hanya satu orang, pementasan harus tetap jalan,” ujar Iwan, Senin (20/1/2020).

Iwan mengungkapkan bahwa kesenian Ronggeng Melayu ini merupakan kesenian yang cerdas karena setiap pemain wajib menguasai unsur kesenian Ronggeng Melayu yang erat dengan balas pantun dan petatah petitih yang merupakan bentuk prosa yang memiliki ujung kalimat dari awal hingga akhir memiliki bunyi yang sama.

“Ronggeng melayu ini kesenian cerdas karena di dalamnya memuat kesenian pantun, tarian, musik, dan teater. Kalau Ronggeng yang jago ya peronggengnya. Semua elemen yang ada di dalamnya harus saling bersinergi agar penonton dapat terhibur. Pemain Ronggeng ini mampu berbalas pantun dengan spontan tapi ada jeda. Mengalir begitu saja, makanya penonton senang dan tertawa karena tidak ada unsur menghapal dengan mengusung nilai humoris di dalamnya,” kata Iwan.

Kesenian Ronggeng Melayu tidak hanya sekedar hiburan semata saja namun sarat akan makna yang terkandung di dalamnya, jika hal tersebut benar-benar sebuah fakta maka akan diangkat oleh para pelakon.

Selain itu, Ronggeng Melayu kuat dengan nuansa Islami sehingga para penari dan penonton berada dalam jarak yang jauh dan tidak boleh bersentuhan tangan.

Pemain di Pak Pong Medan, Jali Kendi sudah sangat erat memiliki kecintaan terhadap seni Melayu. Ia mengaku rajin bertanya kepada senior untuk memperdalam ilmu kesenian Melayu tersebut.

Menurutnya kesenian ini sangat bagus dalam melestarikan budaya. Setidaknya anak muda tahu kalau ada sebuah kebudayaan cerdas di masyarakat.

"Saya juga belum bisa dibilang menguasai pantun dan petatah petitih namun kita akan terus belajar dengan budayawan melayu jadi semakin banyak ruang-ruang panggung maka semakin terlatih,” ujar Jali. (cr13)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved