Ada 11 Perlintasan Sebidang di Sergai Tanpa Palang, Polres Segera Rapat dengan PT KAI

Satuan Lalulintas Polres Serdangbedagai mengatakan sebagian besar pelintasan sebidang jalur kereta api di Serdangbedagai tidak dilengkapi palang.

Penulis: Indra Gunawan |
Tribun Medan/Indra Gunawan
Mobil tercampak sekitar 5 meter dari perlintasan sebidang di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah Selasa, (21/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com-Satuan Lalulintas Polres Serdangbedagai mengatakan sebagian besar pelintasan sebidang jalur kereta api di Serdangbedagai tidak dilengkapi palang dan petugas jaga.

"Kami sudah mendata dan ternyata ada 11 titik perlintasan tanpa palang pintu. Dan terkait hal ini sebaiknya harus cepat ditindakanjuti pihak terkait," ujar Kasat Lantas Polres Serdang Bedagai, AKP Agung Basuni, Selasa, (21/1/2020).

Karena kelebaran jalan berbeda beda, lanjut Agung tentu masalah kerawanan tergantung situasi. Di daerah-daerah tersebut ia pun menghimbau agar masyarakat juga dapat berhati-hati. Diakui kalau ada beberapa titik yang memang tidak ada dipasang rambu-rambu.

"Kasus memang ada beberapa yang rawan seperti yang di Melati kemarin (lokasi kejadian kecelakaan) dan Tulang di daerah Perbaungan. Untuk yang terjadi hari ini itu penyebabnya itu karena kurangnya kehati-hatian. Harusnya pengemudi bisa lihat kanan-kiri dulu," kata Agung.

Karena dalam dua hari terjadi kecelakaan dengan kasus yang sama ia menyebut Satlantas pun sudah mengagendakan pelaksanaan rapat dengan Pemda dan PT KAI, Rabu, (22/1/2020).

"Itukan jalur kereta api sudah tentu sebenarnya ranah PT KAI. Ya dilakukan rapat kordinasi dululah. Apa upaya yang paling dekat dan cepat untuk setidaknya mengurangi ataupun menghilangkan kejadian yang serupa. Kalau memang terlalu banyak yang mau dipasang dan membutuhkan biaya yang banyak apa solusinya?" kata Agung.

Kejadian kecelakaan di jalur kereta api tanpa palang pintu terjadi terakhir pada Selasa, (21/1/2020) di Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah. Dua hari sebelumnya kejadian serupa juga terjadi di Kelurahan Melati I Kecamatan Perbaungan.

Pada kejadian terakhir ada empat orang yang menjadi korban luka-luka. Meski mobil Toyota Rush B 2635 TOW yang dikendaraai rusak berat namun keempatnya masih bisa diselamatkan.

Adapun keempat orang yang menjadi korban yakni Burhan Nainggolan (73), Haposan Nainggolan (68), Menanti Samosir (67) dan Rosmina Samosir. Keempatnya ini merupakan satu keluarga yang baru saja pulang dari kota Siantar. Kecelakaan terjadi sekitar 200 meter dari rumah mereka. (dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved