Dapat Rapor Merah PDIP, Rahmansyah Sibarani Minta Edy Rahmayadi Belajar Lagi ke Lemhanas

Fraksi Partai Nasdem, DPRD Provinsi Sumatera Utara menyatakan, bahwa Gubernur Edy Rahmayadi sebaiknya untuk kembali latihan di Lemhanas

Dapat Rapor Merah PDIP, Rahmansyah Sibarani Minta Edy Rahmayadi Belajar Lagi ke Lemhanas
Tribun Medan/Danil Siregar
Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Fraksi Partai Nasdem, DPRD Provinsi Sumatera Utara menyatakan, bahwa Gubernur Edy Rahmayadi sebaiknya untuk kembali latihan di Lembaga Ketahanan Nasional, atau Lemhannas.

Sebab, pihaknya menuding bahwa Edy Rahmayadi belum layak menjalankan roda pemerintahan di Sumatera Utara.

Perihal ini dinyatakan oleh Wakil Ketua DPRD Sumut, Rahmansyah Sibarani, menyikapi setelah pernyataan partai Partai PDI Perjuangan yang memberikan rapor merah terhadap Edy Rahmayadi.

"Kami jelas menyatakan sikap terhadap Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan ini sudah jelas disampaikan terhadap fraksi," kata Rahmansyah Sibarani, saat ditemui di gedung dewan, Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (20/1/2020).

Ia mengatakan, sebaiknya Edy Rahmayadi kembali belajar untuk mengabdikan dirinya di Lemhanas.

"Maunya pak Edy Rahmayadi kembali belajar lah," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani
Wakil Ketua DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani (Tribun Medan/Satia)

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut memberikan rapot merah kepada Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi.

Kinerja mantan Pangkostrad itu dalam memimpin pembangunan daerah dinilai buruk.

Sejumlah fakta dipaparkan guna menguatkan kesimpulan tersebut.

Dipimpin Mangapul Purba sebagai ketua meminta Edy agar secepatnya mengevaluasi seluruh kinerjanya.

Lalu menyusun rencana kerja terukur, dengan manajemen yang profesional dan terbuka. Demi kepentingan rakyat Sumatera Utara.

Menurut Mangapul, kegagalan pemerintahan Edy Rahmayadi hampir di semua bidang.

Di sektor pendidikan, Sumut belum bisa keluar dari berbagai masalah yang membelit.

Seperti, masalah KIP yang tidak tepat sasaran, guru honor, gedung sekolah yang banyak rusak dan lain-lain. Penyelesaiannya masih stagnan.

(cr19/Tribun-Medan.com)

Penulis: Satia
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved