Disdukcapil Asahan Telusuri Kartu Keluarga WN Pakistan, Buronan Interpol Pembunuhan Satu Keluarga

Disdukcapil Asahan Telusuri Kartu Keluarga WN Pakistan, Buronan Interpol Pembunuhan Satu Keluarga

Disdukcapil Asahan Telusuri Kartu Keluarga WN Pakistan, Buronan Interpol Pembunuhan Satu Keluarga
Istimewa
Husein Shah alias Muhammad Firman (34) ditangkap di Asahan. 

Disdukcapil Asahan Telusuri Kartu Keluarga WN Pakistan, Buronan Interpol Pembunuhan Satu Keluarga

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Mustaqim Indra Jaya

TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Kartu identitas berupa KTP elektronik milik buronan interpol yang merupakan Warga Negera (WN) Pakistan, Muhammad Luqman Butt alias Husein Shah (34) yang kini bernama Muhammad Firman, masih menjadi persoalan.

Apalagi kode awal di KTP elektronik milik M Firman yang beredar yaitu 1209, berarti menunjukkan kartu identitas itu dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Asahan.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Asahan, Supriyanto menyebutkan bahwa pihaknya langsung melakukan penelusuran, mulai dari penerbitan KK hingga KTP elektronik milik buronan interpol WN Pakistan tersebut.

Sebab sebuah KTP elektronik baru bisa diterbitkan setelah adanya permohonan dokumen, salah satunya adalah Kartu Keluarga (KK).

"Ini kan KK-nya pertama kali terbit pada Desember 2017. Yang membantu dia menerbitkan KK sedang ditelusuri. Karena normatifnya, dia harus ada pengantar dari kelurahan, namanya F1-01, kemudian juga keterangan domisili. Atas dasar itu lah operator di sini memasukkan itu ke sistem," jelas Supriyanto, Kamis (23/1/2020).

Terlebih di dalam KK yang dikeluarkan Disdukcapil Asahan itu, berdasarkan data online bahwa M Firman tercatat sebagai kepala keluarga. Dan terdata sebagai keluarga tunggal tanpa memiliki anggota.

"Di KK itu dia sebagai kepala keluarga, tunggal, sesuai arsip elektronik," ungkap Supriyanto.

Sementara itu, Supriyanto menyebutkan masih berupaya untuk mengetahui cara M Firman itu bisa mendapatkan KK dan KTP elektronik, padahal statusnya bukan Warga Negara Indonesia (WNI).

"Sekarang masih kami telusuri arsipnya. Belum bisa dipastikan sampai kapan. Itu masih menumpuk, karena kan 3 tahun lalu. Begitu dapat kami sampaikan," ujarnya.

Seperti diketahui, Muhammad Luqman Butt alias Husein Shah alias Muhammad Firman (34) ditangkap oleh tim NCB Interpol Divhunter Mabes Polri dan personel Intel Satbrimob Polda Sumut dari kediamannya yang berada di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Siumbut-umbut, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan pada Selasa (21/1/2020) siang.

Saat ditangkap, buronan interpol itu disebut-sebut tinggal bersama istrinya, Evi Lili Midati. Istrinya merupakan warga Gambir Baru, Kisaran, Kabupaten Asahan.

M Firman ditangkap atas permintaan kepolisian Pakistan atas kasus pembunuhan satu keluarga di negara asalnya.

(ind/tribun-medan.com)

Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved