Polres Asahan Bongkar Prostitusi Online, Tangkap Muncikari yang Tawarkan Wanita via Aplikasi Michat

Rizky dalam kasus ini bertindak sebagai muncikari. Penangkapan berawal dari penyelidikan yang dilakukan petugas, dengan cara berkomunikasi via Michat.

Polres Asahan Bongkar Prostitusi Online, Tangkap Muncikari yang Tawarkan Wanita via Aplikasi Michat
Tribun Medan/Mustaqim Indra Jaya
Seorang muncikari, Rizky Ananda Hasibuan (tengah) saat dipaparkan Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu (kiri), Kamis (23/1/2020). Tersangka menawarkan sejumlah wanita kepada pria hidung belang melalui aplikasi Michat dalam kurun waktu delapan bulan terakhir. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polres Asahan menangkap seorang pria bernama Rizky Ananda Hasibuan di salah satu hotel di Kota Kisaran Rabu (8/1/2020) lalu atas kasus prostitusi online via aplikasi Michat.

Rizky dalam kasus ini bertindak sebagai muncikari. Penangkapan ini berawal dari penyelidikan yang dilakukan petugas, dengan cara berkomunikasi via Michat.

Dalam percakapan itu, petugas menyaru sebagai pria hidung belang meminta kepada tersangka untuk diantarkan seorang wanita ke sebuah kamar hotel. Tersangka pun lalu mengirimkan sejumlah foto wanita.

Akhirnya setelah menyepakati besaran tarif, maka Rizky pun langsung menuju ke lokasi sebuah hotel di kawasan Jalan Sei Gambus, Kelurahan Sendang Sari, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan, bersama seorang wanita.

"Untuk membongkar kasus prostitusi online ini, awalnya petugas menyamar, memesan seorang wanita kepada tersangka untuk diantar ke kamar salah satu hotel di Kisaran. Saat tiba di lokasi bersama teman wanitanya, petugas pun langsung mengamankan tersangka," kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal F Napitupulu, Kamis (23/1/2020).

Lebih lanjut mantan Kapolres Nisel itu menyampaikan bahwa dari pengakuan tersangka, ada sepuluh wanita yang biasa ia tawarkan kepada pria hidung belang melalui aplikasi Michat.

Perkenalan tersangka dengan para korban berlangsung di tempat hiburan malam di Kota Kisaran. Umumnya para korban yang merupakan wanita itu meminta untuk dicarikan tamu.

Tarif yang ditawarkan kepada calon pemesan, tergantung lamanya durasi waktu untuk ditemani. Selain itu, setiap wanita atau korban yang ditawarkan juga memiliki tarif yang berbeda-beda.

"Tarif tergantung durasi waktu. Ada kelasnya, kelasnya berbeda-beda," sebut Faisal.

Disinggung mengenai adanya korban yang masih di bawah umur, Faisal mengaku masih dalam tahap pengembangan.

Halaman
12
Penulis: Mustaqim Indra Jaya
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved