Akhir Nasib Siswa SMA di Pengadilan, Pengakuan Setelah Habisi Nyawa Begal Hendak Perkosa Pacarnya

Akhir Nasib Siswa SMA di Pengadilan, Pengakuan Setelah Habisi Nyawa Begal Hendak Perkosa Pacarnya

Mirror
Akhir Nasib Siswa SMA di Pengadilan, Pengakuan Setelah Habisi Nyawa Begal Hendak Perkosa Pacarnya 

Akhir Nasib Siswa SMA di Pengadilan, Pengakuan Setelah Habisi Nyawa Begal Hendak Perkosa Pacarnya

T R I B U N-MEDAN.com -Akhir Nasib Siswa SMA di Pengadilan, Pengakuan Setelah Habisi Nyawa Begal Hendak Perkosa Pacarnya.

//

Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Malang yang membunuh begal bernama Misnan membikin pengakuan saat wawancarai Najwa Shihab.

LIGA INGGRIS & Posisi Klasemen Hari Ini, Liverpool Sulit Dikejar Manchester City

DJ Wanita Ini Sebut Dirinya Jodoh Gading Marten, Yakin Bakal Jadi Mama Gempita Nora Marten

Menteri Yasonna Laoly Dilaporkan ke KPK, Dianggap Menghalangi Proses Hukum Kader PDIP Harun Masiku

ZA Membunuh Begal dan Dituntut Seumur Hidup, Blak-blakan Ungkap Perasaannya pada Najwa Shihab. ZA saat ditanya Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa pada Rabu (23/1/2020). (Channel Youtube Najwa Shihab)
ZA Membunuh Begal dan Dituntut Seumur Hidup, Blak-blakan Ungkap Perasaannya pada Najwa Shihab. ZA saat ditanya Najwa Shihab dalam acara Mata Najwa pada Rabu (23/1/2020). (Channel Youtube Najwa Shihab) (Channel Youtube Najwa Shihab)

Hakim memutuskan ZA melanggar Pasal 351 Ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia.

Akibat vonis itu, ZA harus menjalani pidana pembinaan selama satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

"Mengadili satu, menyatakan bahwa ZA terbukti secara sah melakukan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan mati. Dua, menjatuhkan pidana kepada anak dengan pidana pembinaan dalam LKSA selama satu tahun. Sang anak diberikan pendampingan dan pembimbingan," kata Nuny, saat membacakan putusannya.

Vonis hakim tersebut sama dengan tuntutan yang diajukan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Pada persidangan sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut ZA dengan Pasal 351 Ayat 3 KUHP.

Melalui pasal itu, jaksa juga menuntut ZA dengan pidana pembinaan selama satu tahun di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darul Aitam di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang.

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved