Dimentori Penyair Teja Purnama, Siswa Antusias Mengikuti Workshop Komunitas Kata Kata

Komunitas Kata Kata mengadakan Workshop Pembacaan Puisi di Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara, Jumat (24/1/2020).

Dimentori Penyair Teja Purnama, Siswa Antusias Mengikuti Workshop Komunitas Kata Kata
TRIBUN-MEDAN.com/Kartika Sari
Suasana workshop pembacaan puisi Komunitas Kata Kata yang diikuti oleh belasan siswa dengan antusias di Taman Budaya Sumatera Utara, Jumat (24/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Karya sastra saat ini semakin berinovasi untuk terus eksis di tengah gempurnya teknologi. Hal ini juga dilakukan oleh Komunitas Kata Kata dengan mengadakan Workshop Pembacaan Puisi di Sanggar Tari Taman Budaya Sumatera Utara, Jumat (24/1/2020).

Workshop pembacaan puisi ini dimentori oleh Deklamator dan Penyair Ternama Sumatra Utara, Teja Purnama yang diikuti oleh belasan siswa sekolah, diantaranya SMAN 2 Medan, MAN 2 Model Medan, SMKN 1 Percut Seituan, dan SMA Harapan 1 Medan.

Peserta workshop begitu antusias dengan materi yang diberikan oleh Teja mengenai teknis pernapasan, penghayatan, dan pembacaan dalam berpuisi.

Teja Purnama mengapresiasi antusias para peserta mengikuti workshop ini. Ia menuturkan bahwa tujuan diadakan workshop ini sebagai bentuk pembekalan siswa dalam membaca puisi dengan baik.

"Selama ini kita menyelenggarakan kegiatan baca puisi tiap bulan khusus pelajar dalam beberapa kali. Nah disini kita ingin membekali mereka sebelum membaca puisi apakah ada peningkatan dalam membaca makanya kita buat workshop," ujarnya.

Dalam workshop tahap pertama ini, siswa dilatih dalam olah pernapasan ketika membaca puisi. Selain itu, siswa diberi kesempatan untuk tampil dengan mengeluarkan ekspresi yang telah diajarkan oleh Teja.

Siswa SMKN 1 Percut Seituan, Zulhair Azka mengungkapkan rasa senangnya diajarkan teknik pembacaan puisi dari Teja Purnama. Ia menuturkan bahwa walau sudah familiar dengan sastra, ia masih ingin belajar untuk mahir dalam pembacaan puisi.

"Dari workshop ini sangat nambah wawasan tentang puisi. Trus tadi juga dibedah ketika baca puisi, jadi tahu kalau pengulangan berpuisi itu tidak boleh sama. Selain dapat ilmu juga lebih mendalami puisi tersebut," ungkap Azka.

Selain siswa, terdapat guru SMA, Fadlani yang turut menyambut baik adanya workshop Pembacaan Puisi ini. Ia menilai workshop ini menunjang pengetahuan puisi selain di sekolah.

"Sangat baik sekali, di kurikulum sekolah ada materi puisi tapi tidak sedetail disini seperti keterbatasan waktu. Disini anak-anak diberi bekal dalam menghayati dan menjiwai puisi itu sendiri. Saya juga berharap mulai terbangun kecintaan terhadap puisi dan membaca puisi dengan baik," tuturnya.

Workshop pembacaan puisi ini tidak hanya dilakukan dalam sehari. Teja menuturkan bahwa rencananya akan ada workshop lanjutan pembacaan puisi yang diadakan di bulan Februari.

Workshop ini akan diakhiri dengan penampilan siswa di akhir workshop untuk melihat perkembangan para siswa selama mengikuti workshop pembacaan puisi. (cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved