Komunitas Historical Sumut Ajak Melancong Sambil Belajar Kebudayaan

Komunitas Historical Sumut yang mengajak masyarakat khususnya anak muda untuk mengenal sejarah dan kebudayaan di Sumut dengan cara mengasyikan

Komunitas Historical Sumut Ajak Melancong Sambil Belajar Kebudayaan
Dokumentasi Historical Sumut
Studi Tur Historical Sumut ke Museum Perkebunan Indonesia beberapa waktu lalu 

 Komunitas Historical Sumut Ajak Melancong Sambil Belajar Kebudayaan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Komunitas Historical Sumut yang mengajak masyarakat khususnya anak muda untuk mengenal sejarah dan kebudayaan di Sumatera Utara dengan cara mengasyikan dengan terjun langsung ke daerah tersebut.

Komunitas yang berdiri pada 2016 ini sudah menjajaki beragam tempat bersejarah di Sumatra Utara, diantaranya Masjid AL Osmani, Istana Maimun, Gudang Pameraman Tembakau Deli Bulu Cina, Rumah Datuk Sepuluh Dua Kuta, Rumah Kedatoan Batangkuis, Administratie Huist, hingga ke Desa Adat Bawomataluo yang berada di Nias.

Ketua Historical Sumut, Adam Zaki menuturkan bahwa Historical Sumut ini hadir untuk memberi pengetahuan terhadap masyarakat terhadap sejarah dan situs budaya yang masih asing didengar atau yang sudah terlupakan.

“Ketika Historical berkunjung ke suatu tempat, kita pastinya observasi bagaimana mengenai kondisi di sana. Kalau dia berkaitan dengan kearifan lokal atau budaya pastinya kita akan adakan wawancara yang kemudian akan kita publikasikan ke media sosial kita,” tuturnya, Jumat (24/1/2020).

Awal terbentuknya Historical Sumut, Zaki mengungkapkan bahwa membentuk Historical Sumut ini sebagai komunitas jalan-jalan ke tempat pariwisata dan sejarah. Seiring zaman, Komunitas ini berkembang dengan berkonsep untuk melestarikan dan memperkenalkan sejarah dan kebudayaan di Sumatra Utara.

Annisa Nainggolan, sekretaris Historical Sumut juga mengungkapkan bahwa banyak nilai yang dapat diambil ketika berkunjung ke suatu tempat. Ia juga menuturkan bahwa tempat yang berkesan menurutnya ketika berkunjung ke Desa Besilam Langkat dan Taman Iman Sidikalang.

“Tempat yang punya nilai budaya itu ketika saya berkunjung ke Desa Besilam dan Taman Iman. Karena kalau di Desa Besilam itu pengetahuan mengenai nilai dan budaya Islam masih sangat dipertahankan oleh masyarakatnya. Kemudian kalau di Taman Iman sendiri pengalaman kita bertanggung jawab atas apa yang sudah diamanahkan kepada kita,” ungkap Annisa.

Selain melakukan observasi bersama anggota komunitas, Historical Sumut juga mengadakan studi tur bekerja sama dengan pihak sekolah. Kunjungan tersebut dimulai dari situs-situs budaya di kota Medan seperti Museum, Istana Maimun, Lapangan Merdeka, Masjid Al Osmani, hingga ke Siantar dan kota Langsa, Aceh.

Anak-anak sekolah tersebut diberi edukasi mengenai sejarah lokasi yang mereka datangi agar generasi muda sejak dini sudah diperkenalkan dengan situs kebudayaan dan sejarah dari tempat tersebut. (cr13/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved