Galian C di Sekitar Geo Site Geopark Kaldera Toba Terus Beroperasi

Meski sudah menjadi polemik di tengah warga, operasi galian C di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih tetap beroperasi.

Galian C di Sekitar Geo Site Geopark Kaldera Toba Terus Beroperasi
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Aktivitas galian ilegal yang mengakibatkan lubang-lubang menganga di sejumlah bukit-bukit kecil di tepi jalan Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SAMOSIR - Meski sudah menjadi polemik di tengah warga, operasi galian C di Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, masih tetap beroperasi. Hal itu ditandai berjalannya aktivitas alat berat ekskavator beko di lokasi tersebut pada Sabtu (25/1/2020).

Sebelumnya, di lokasi lain tepatnya taman bumi Geopark Kaldera Toba (GKT) yang juga masih berada di desa yang sama sempat dilakukan aktivitas serupa. Sejauh ini memang tidak lagi terdapat aktivitas galian.

Dampak pengerukan itu, kata warga setempat Niolando Naibaho, justru merusak warisan taman bumi Geopark Kaldera Toba (GKT).

Menurut dia, apapun alasan dilakukannya aktivitas galian di daerah itu justru bertolak belakang dengan tujuan warga mendapatkan rekomendasi dari tim asesor GGN UNESCO.

"Sayang sekali, pada saat serius-seriusnya kita mengharapkan pengakuan tim asesor UNESCO malah kejadian di lapangan seperti ini," ujar Niolando.

Lokasi dimaksud merupakan endapan danau yang tersingkap ke permukaan akibat pengangkatan Pulau Samosir ke permukaan pasca meletusnya Gunung Toba.

Tebing-tebing tersebut terbentuk dari lapisan abu berwarna abu-abu, endapan warna putih hingga kekuning-kuningan yang membuktikan sebelumnya Pulau Samosir sebelumnya berada di dasar Danau Toba.

Setelah pengerukan dihentikan di lokasi Geo Site Kaldera Toba tetsebut di tepi jalan Desa Huta Tinggi, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir hingga Sabtu 25 Januari tetap juga dilanjutkan aktivitas galian menggunakan alat berat seperti Beko.

Pohon-pohon pun ditumbangkan tanpa menghiraukan layak atau tidaknya usia pohon dipanen.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved