Diusulkan jadi Calon Wali Kota Medan, Abdul Hakim Siagian Inginnya Jadi Presiden
Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam merekomendasikan enam nama untuk bisa ikut berkontestasi di Pilkada Medan 2020.
Penulis: Liska Rahayu |
TRIBUN-MEDAN.com - Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam merekomendasikan enam nama untuk bisa ikut berkontestasi di Pilkada Medan 2020.
Enam nama tersebut dianggap paling banyak berkontribusi untuk kemaslahatan umat Islam.
Chairul Munadi dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut menyebutkan, enam nama bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang dihasilkan berdasarkan hasil pembahasan ormas Islam adalah Irfan Hamidy, Dedi Iskandar Batubara, Azwir Ibnu Azizi, Latif Khan, Qosim Nurseha dan Abdul Hakim Siagian.
Abdul Hakim Siagian yang merupakan kalangan akademisi saat dikonfirmasi mengucapkan terima kasih atas rekomendasi tersebut.
"Saya sudah dengar informasinya. Itu kan respons, atau katakanlah pandangan atau pendapat dari kalangan umat. Karena ini berkait dengan personal saya, saya mengucapkan terima kasih," katanya kepada Tribun Medan saat dikonfirmasi, Selasa (28/1/2020).
Namun, lanjut Abdul, untuk maju ke ajang Pilkada Medan merupakan demokrasi yang prosesnya masih terlalu panjang.
Ditanya apakah ada niatan untuk mencalonkan diri, Abdul menjawab jika dia ingin menjadi presiden.
"Kalau saya, maunya bukan wali kota. Maunya presiden. Tetapi kan tentu kita harus mengkaji diri, melihat berbagai syarat dan lain sebagainya," ujarnya.
"Tapi karena ini datangnya dari pandangan tokoh umat, dari berbagai pandangan, tentu saya menghaturkan terima kasih," imbuhnya.
Sampai saat ini, Abdul mengaku belum bertemu dan berkomunikasi dengan ormas-ormas Islam yang merekomendasikan namanya tersebut.
"Belum ada komunikasi. Mungkin barangkali karena mereka baru mengusulkan dan lain sebagainya. Mungkin mereka (dapat rekomendasi) dari berbagai sumber," katanya.
Abdul menjelaskan, saat ini maju ke ajang politik ada dua jalur, yaitu independen dan melalui partai politik. Jika diusung melalui independen, hal tersebut dirasa sulit.
"Kalau diusung, yang mengusung siapa? Kan cuma dua jalur, independen dan partai politik. Kalau independen, feeling saya sekarang ini sulit betul. Kalau partai politik, yang menentukan partai politik itu dari Jakarta," katanya. (cr5/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/abdul_hakim_siagian.jpg)