Sekda Sebut Tenaga Fungsional Kearsipan dan Teknis DPK Masih Kurang

Plt Walikota Medan yang diwakilkan oleh Sekda Kota Medan Wirya Al Rahman mengatakan Pemko Medan telah memiliki bentuk dan teknologi

TRIBUN MEDAN/GITA TARIGAN
Suasana Rapat Paripurna Rapat paripurna DPRD kota Medan dalam acara tanggapan walikota Medan terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD kota Medan atas Perda Kota Medan tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan dan Kearsipan, Selasa (28/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Menanggapi pertanyaan fraksi Gerindra tentang Ranperda penyelenggaraan kearsipan, Sekda Kota Medan Wirya Al Rahman mengatakan Pemko Medan telah memiliki bentuk dan teknologi dalam penyelenggaraan kearsipan.

"Dinas perpustakaan dan kearsipan (DPK) kota Medan sudah memiliki sistem informasi manajemen kearsipan berbasis web yang dapat diakses oleh OPT. Sistem informasi dimaksud meliputi penginputan arsip dan penguplotan ahli media arsip," katanya saat menghadiri rapat Paripurna di DPRD Medan, Selasa (28/1/2020).

Ia mengatakan sistem informasi kearsipan dinamis (SIKD) dalam sistem kearsipan akan segera disosialisasikan.

"Kemudian penggunaan sistem informasi kearsipan dinamis yang tahun ini akan disosialisasikan kepada OPD di lingkungan pemerintahan Kota Medan," katanya.

Terkait solusi Pemko Medan atas penumpukan arsip dari waktu ke waktu ia mengatakan bahwa Pemko Medan sudah melakukan penyesuaian penyusutan secara sistematis dan terarah, berdasarkan undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang kearsipan.

Hal yang sama kata Wirya juga tercantum dalam peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2012, tentang pelaksanaan undang-undang Nomor 43 Tahun 2009, dan Peraturan Walikota Medan Nomor 53 Tahun 2014 tentang jadwal retensi arsip dan fasilitatif.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini Pemko Medan telah memiliki backup data terhadap arsip yang sudah dimusnahkan.

"Pemerintahan Kota Medan telah memiliki daftar arsip usul musnah (back up data) terhadap arsip yang sudah dimusnahkan, yang telah dinilai oleh panitia penilai arsip dan telah mendapat persetujuan dari kepala Andri," katanya.

Kata Wirya dinas perpustakaan dan kearsipan kota Medan juga telah memiliki sistem informasi berbasis web dalam pengelolaan kearsipan yang dapat diakses oleh seluruh OPD di lingkungan pemerintahan Kota Medan.

"Sistem ini digunakan untuk mempermudah pencarian arsip yang ada dalam daftar arsip yang diimpor oleh masing-masing OPD di lingkungan pemerintahan Kota Medan," katanya.

Ia mengaku sistem pengelolaan dan pembinaan kearsipan yang dilaksanakan Pemko Medan hingga saat ini sudah berjalan dengan baik.

"Dapat kami sampaikan bahwa pengelolaan dan pembinaan kearsipan yang dilaksanakan oleh Pemko Medan selama ini, telah berjalan dengan baik yang berpedoman kepada ketentuan peraturan yang berlaku," katanya.

Meski demikian katanya terdapat kekurangan tenaga di dua bidang.

"Namun tenaga fungsional kearsipan dan tenaga teknis yang saat ini ada di dinas perpustakaan dan kearsipan kota Medan belum mencukupi," katanya.

Menanggapi saran fraksi Gerindra kepada pemko Medan agar saat melakukan penyusutan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku tentang kearsipan, Wirya sebut sudah melakukan penyusutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Atas saran tersebut kami ucapkan terimakasih, dan dapat kami sampaikan bahwa pemko Medan sudah melakukan penyusutan arsip, sesuai dengan peraturan yang berlaku," katanya

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved