Breaking News:

Banjir Tapanuli Tengah

Sempat Berkonflik dengan Bupati Bahtiar, Gubernur Edy Segera Kunjungi Wilayah Banjir di Tapteng

Gubernur Edy Rahmayadi yang sempat berkonflik dengan Bupati Tapanuli Tengah Bahtiar Ahmad Sibarani rencananya akan datang ke Tapteng.

Penulis: Satia | Editor: Liston Damanik
HO
Petugas membantu pelajar yang hendak berangkat ke sekolah. 

TRIBUN MEDAN.com - Gubernur Edy Rahmayadi yang sempat berkonflik dengan Bupati Tapanuli Tengah Bahtiar Ahmad Sibarani rencananya akan datang ke daerah yang dilanda banjir di kabupaten itu.

Edy Rahmayadi telah meminta Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Akhir Lubis, segera turun untuk menangani bencana tersebut.

"Tadi Pak Gubernur sudah menelepon Pak Kepala BPBD Riadil untuk turun menangani banjir Tapteng," ujar Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprov Sumut, Hendra Dermawan Siregar.

Hendra Dermawan mengatakan Gubernur Edy berencana langsung meninjau kondisi banjir Barus sepulang dari Jakarta.

"Secepatnya beliau akan ke Tapteng, sepulang dari Jakarta," ujar Hendra.

Bupati Tapteng Bahtiar Ahmad Sibarani Tantang Edy Rahmayadi Tutup Tempat Maksiat di Medan

Jalan Lintas Sumatera di Tapteng Putus Akibat Banjir, Jaringan Komunikasi Rusak

Kepala BPBD Riadil Akhir Lubis membenarkan hal itu.

"Ya, tadi Pak Gubernur telepon kita, dan terus kita berkoordinasi" ujar Riadil. Disebutkannya Kecamatan terparah wilayah bencana meliputi Kecamatan Barus dan Kecamatan Andam Dewi.

Dikatakannya juga saat ini BPBD Sumut rapat membahas teknis dan rencana bantuan BTT Provsu dan siang ini menuju Kabupaten Tapteng dengan membawa bantuan dan peralatan dan memobilisasi peralatan.

Saat ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Tapteng untuk dapat menyalurkan bantuan sembako dan alat berat. Selain itu, pihak juga telah mendirikan dapur umum dan posko kesehatan bagi warga yang terkena dampak bencana alam itu.

Akibat intensitas hujan yang tinggi, sebanyak 7 desa/kelurahan di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) direndam bencana banjir pada Rabu (29/1/2020) sekitar pukul 01.00 WIB. Banjir dengan tinggi muka air sekitar 2 sampai 2,5 meter tersebut juga menyebabkan 1 warga meninggal dunia, 22 luka-luka dan sebanyak 700 KK terdampak banjir.

(cr19/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved