Besok KONI Sumut Tetapkan Pelatih PON 2020

KONI Sumut akan menetapkan pelatih PON 2020 bagi para atlet dari masing-masing cabang olahraga (Cabor).

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Tribun-Medan.com/Sofyan Akbar
Para calon pelatih saat mengikuti seleksi di lantai 2 Gedung KONI Sumut. 

Laporan Wartawan Tribun Medan Sofyan Akbar

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - KONI Sumut akan menetapkan pelatih PON 2020 bagi para atlet dari masing-masing cabang olahraga (Cabor).

Ketua KONI Sumut John Lubis mengatakan pihaknya akan segera menggelar rapat Jumat (31/1/2020) besok, untuk memutuskan pelatih yang mendidik para atlet agar berprestasi di PON Papua pada Oktober mendatang.

"Besok (Jumat) jam 3 sore kita rapat dan menentukan siapa yang berhak melatih," katanya, Kamis (30/2/2020).

Ia mengatakan siapa pun yang terpilih nantinya bisa membawa para atlet meraih prestasi.

"Harapan kita besar kepada para pelatih, maka dari itu kita melakukan seleksi kepada mereka," ujarnya.

John juga berharap agar program-program yang diberikan pelatih kepada para atlet bisa diikuti dan menghasilkan yang terbaik di ajang empat tahun sekali tersebut.

"Sekarang belum bisa kita beberkan siapa dan seperti apa atlet dari masing-masing cabor. Yang pasti, akan kita adakan rapat terlebih dahulu sebelum menentukan dan memutuskan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Seleksi Pelatih Agung Sunarno berharap pelatih yang terpilih bisa memberikan program terbaik. Apalagi, para calon pelatih sudah mendapat arahan dan bimbingan dari pelatih Bandung.

"Pasti sudah bisa membuat program yang bisa diikuti para atlet. Ini semua agar Sumut menjadi provinsi yang terbaik di ajang PON 2020. Para atlet harus berprestasi, kalau bisa dapat medali emas,"katanya.

Wakil Ketua I KONI Sumut ini juga menyatakan ada 178 atlet yang membutuhkan pelatihan.

“Itu bukan jumlah yang sedikit. Makanya diperlukan pelatih yang benar-benar memahami kebutuhan dari para atletnya di masing-masing cabor," ujarnya.

Untuk komposisi pelatih, kata dia, tergantung masing-masing cabor dan jumlah atletnya.

"Biasanya komposisi 1:5 dan itu tergantung spesifikasi cabornya juga," katanya.

Agung mencontohkan, untuk cabor Atletik misalnya ada nomor lari, nomor lempar, dan nomor galah.

"Kalaupun misalnya lebih dari 1:5 tidak masalah. Tidak mungkin satu pelatih bisa ngajar lompat, lari dan lempar di cabor Atletik," terangnya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved