Saling Ejek di Facebook Berakhir Tragis, Ini Mula Ayah Anak Keroyok Indra Hingga Tewas

Ipar korban Juprianto menyebut bahwa dirinya mengetahui adanya cek-cok antara korban dengan abang pelaku di Facebook yang berada di Lapas

TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Kondisi Korban penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakuan ayah dan anak menyebabkan korban Indra Nasution (32) tewas di rumhnya yang berada di Jalan Sutomo Gang Sakiran, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur, Jumat (31/1/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Motif pengeroyokan ayah anak terhadap Indra Nasution (32) hingga tewas bersimbah darah akhirnya mulai terkuak.

Indra tewas meregang nyawa di halaman SMP Medan Putri di Jalan Timor Ujung, Medan Timur bermula dari cek-cok dan saling ejek-ejekan di Facebook.

"Pelaku dan korban terlibat saling ejek-ejakan di Medsos. Lalu korban dianiaya di lokasi kejadian," kata Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin di kantor Polsek Medan Timue, Jumat (31/1/2020).

Sebelumnya juga, Ipar korban Juprianto menyebutkan hal senada bahwa dirinya mengetahui adanya cek-cok antara korban dengan abang pelaku di Facebook yang berada di Lapas Tanjung Gusta.

"Informasinya ada ejek-ejakan di Facebook antara almarhum sama abangnya tersangka itu. Rupanya yang enggak terima bapaknya dan adik, abangnya itu padahal di dalam penjara. Baru diajak jumpalah almarhum itu semalam" tuturnya saat ditanya Tribun-Medan.com, Jumat (31/1/2020) di rumah duka. 

Informasi yang dihimpun Tribun, korban memiliki facebook bernama Reyland Young. 

Seperti diketahui para tersangka adalah Nelson Panjaitan (ayah) dan Agung Panjaitan (anak). Dimana Nelson telah berhasil ditangkap oleh pihak kepolisan.

Saat dikonfirmasi Kalapas Tanjung Gusta, Frans Elias Nico menyebutkan belum mengetahui hal tersebut.

"Belum tahulah nanti kita cek dulu, 3000 orang itu nanti kita tanya. Banyak marga panjaitan didalam," tuturnya saat dikonfirmasi Tribun, Sabtu (1/2/2020).

Ia menyebutkan bahwa banyak pihak yang buang badan mengkambinghitamkan Lapas jadi sasaran.

"iyalah benar atau enggakan belum tentu, orang itukan ikut-ikutin orang itu aja oh di dalam lapas membuang buang masalah aja," jelas Nico.

Ia menyebutkan masih menunggu informasi resmi dari pihak kepolisian mengenai kabar tersebut.

"Kita pun baru dapat informasi dari Polsek ini, kita tunggu laporan dari polisi dululah kita kan baru tahu," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolsek Medan Timur menegaskan kepada para pelaku yang melakukan pengeroyokan untuk segera menyerahkan diri. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved