Breaking News:

Peluang Usaha dari Parfum Kopi, Entrepreneur Kopi Wangi Ini Pilih Kopi Gayo

Kisah UKM Sukses kali ini akan berbicara soal kopi. Bukan kedai kopi bukan pula penjualan bubuk dan greenbeen kopi

TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Owner Kopi Wangi Dudy Agung Trisna saat menunjukkan produknya. Sebagai karyawan, Agung menjadikan bisnis ini sebagai semangat baru. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kisah UKM Sukses kali ini akan berbicara soal kopi. Bukan kedai kopi bukan pula penjualan bubuk dan greenbeen kopi. Melainkam parfum dari kopi.

Beverley Hawkins, pemilik West Coast Institute of Aromatherapy di Vancouver, Kanada mengatakan menghirup wewangian tertentu dapat menyebabkan perubahan di dalam tubuh.

Pengharum atau parfum yang bisa diletakkan di mobil atau mana saja menjadi satu penolong untuk membantu membuat tubuh lebih fresh kembali.

Wewangian yang biasa kita temukan biasanya beraroma mawar, geranium, lavender, sweet alyssum, chocolate, vanila, wisteria, gardenia hingga melati. Mulai dari aroma bunga, buah, kayu, dan masih banyak lainnya.

Lalu, bagaimana dengan kopi? Anda pernah mencobanya? Satu aroma khas yang bisa menjadi pilihan adalah kopi. Kopi memiliki aroma yang kuat.

Saat mengenakan parfum kopi, tubuh secara tidak langsung juga akan lebih rileks, begitu juga orang disekitarnya. Tidak heran jika banyak yang berminat, termasuk untuk dijadikan parfum.

Menjadi seorang yang suka minum kopi, Dudy Agung Trisna membuka bisnis parfum kopi dengan brand Kopi Wangi. Kepada Tribun Medan, Minggu (2/2/2020), seorang karyawan di satu bank nasional ini menceritakan alasannya mengapa akhirnya terjun dalam komoditas unggulan Indonesia.

"Saya ingin membuka sebuah usaha dan saya suka dengan kopi. Kita bisa melihat banyak usaha kedai kopi. Tetapi saya tidak ingin seperti itu. Saya memikirkan apa yang bisa saya kerjakan di rumah sambilan saat menjadi karyawan. Kemudian saya melihat di Instagram dan tahu di Jawa, biji kopi yang sudah pecah dan tidak bisa diekspor," tuturnya.

Melihat pasar yang besar karena belum ada di Medan pada 2018, laki-laki yang akrab disapa Agung ini membuat keputusan akan menjual parfum kopi. Namun, di Medan, ia kesulitan mendapatkan kopi dari petani langsung dan akhirnya membeli di distributor pada sebuah toko.

"Saya masukin (kopi) ke karung goni dan menjadikannya usaha. Nama Kopi Wangi juga saya ambil karena memikirkan nama yang sederhana agar orang bisa ingat. Karung goni juga dibuat oleh adik saya yang berbisnis kreatif, modifikasi dari karung goni bekas," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Nanda Rizka Nasution
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved