Breaking News:

Peluang Usaha dari Parfum Kopi, Entrepreneur Kopi Wangi Ini Pilih Kopi Gayo

Kisah UKM Sukses kali ini akan berbicara soal kopi. Bukan kedai kopi bukan pula penjualan bubuk dan greenbeen kopi

TRIBUN MEDAN/NANDA RIZKA NASUTION
Owner Kopi Wangi Dudy Agung Trisna saat menunjukkan produknya. Sebagai karyawan, Agung menjadikan bisnis ini sebagai semangat baru. 

"Dropshipper yang membeli minimal 10 pcs bisa dapat potongan harga. Pembeli kita sudah tersebar di Bontang, Padang, Pekanbaru, Jakarta, Dumai, Rantauprapat, Stabat dan Medan tentunya," ujarnya.

Bagi Agung, aroma kopi adalah alternatif untuk pengendara mobil yang tidak tahan dengan aroma terapi lainnya. Biji kopi juga bisa menetralkan aroma sehingga mobil Anda bebas dengan bau apapun yang mengganggu. Wangi Kopi juga bisa digunakan untuk tas dan sepatu untuk menyerap bau yang tidak sedap, lho.

Selama 15 tahun menjadi karyawan, memutuskan berbisnis sekaligus melanjutkan studi S2, Agung mengakui ia mengalami kesulitan masalah waktu. Saat ini, bisnisnya dijual lewat sistem online dan reseller. Ia juga mengdandalkan penjualan google my business.

"Dari google ada 1,7 ribu orang yang tertarik pada Kopi Wangi. Tentu ini angka yang besar. Tahun 2020 ini saya ingin lebih gencarkan di promosi offline. Karena beberapa waktu lalu tidak sempat door to door. Tentunya saya harus melakukan promosi lebih lagi ke doorsmeer dan para pengguna mobil," tuturnya.

Melakukan kegiatan kuliah, kerja, usaha sekaligus, Agung tidak berhenti di parfum kopi saja ternyata. Ia mengkreasikan kopi dengan label yang sama dalam bentuk minuman.

"Saya juga coba di minuman. Ada Kopi Wangi minuman. Kopinya juga gayo campuran arabica dan robusta. Tetapi berbeda gradenya dengan parfum. Harbya Rp Rp 14 ribu dalam botol berukuran 250 ml," katanya.

Membuat racikan kopinya sendiri, Agung membuat dua varian rasa yaitu creamy dan latte. Pangsa pasarnya memang untuk kalangan perempun, katanya. Minuman Kopi Wangi ini punya tagline khusus yaitu Gak Perlu Dandan untuk Ngopi.

"Saya bekerja di Tebingtinggi. Jadi kalau untuk minuman ini terkenal masih dalam kalangan kantor. Kita juga ada kolaborasi dengan pudding dessert di Dokter Dessert," tuturnya.

Bagi Agung membangun sebuah usaha tidak perlu modal besar. Ia mengungkapkan membangun Kopi Wangi dengan modal Rp 300 ribu dan bisa bertahan mencukup keluarga hingga saat ini. Semua berdasarkan kemauan, terencana dan kerja keras.

"Kalau kamu bilang kamu kerja, gak bisa usaha, bisa kok. Punya usaha harus modal besar, enggak kok. Itu yang ingin saya katakan kepada teman-teman saya. Kita bisa punya usaha dengan modal yang kecil dan sambilan juga bisa," ujarnya

Ia menambahkan, jika kita mau lebih, memang harus fokus tetapi mulailah dari yang kecil. Dari bisnis yang kita lakukan, kita bisa bermanfaat untuk lingkungan di mana kita tinggal dan menetap.

"Kalau saya memesan goni ini dengan adik saya, ia membeli dari kilang beras, ia mempekerjakan karyawan untuk menggunting, merajutnya, jadi kita bisa memberdayakan orang untuk tambahan penghasilan mereka," tuturnya.

Saat stress datang karena bekerja, kuliah sekaligus mendirikan usaha, agar tetap fokus untuk satu tujuan, ia mengatakan lakukan apa yang kamu bisa.

"Karena kita senang. Kita pasti senang saja melakukannya. Karena kita tahu itu produk kita dan tentunya menguntungkan untuk kita. Kalau saya sih begitu. Usaha yang tidak fokus tidak bisa terencana. Kalau bagi waktu, saya mengerjakannya malam dan Sabtu Minggu ketika sedang rileks," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved