Guru SMAN 8 Medan Lapor Anak Kepsek ke Polisi, Mengaku Dipukul dan Motornya Dirusak

Saat membahas soal Matematika untuk kelas XII, tepat pukul 08.30 WIB, Benny datang ke kelas tanpa ijin dan langsung memanggil dua orang murid.

Guru SMAN 8 Medan Lapor Anak Kepsek ke Polisi, Mengaku Dipukul dan Motornya Dirusak
Net
ilustrasi 

MEDAN-TRIBUN.com - Seorang guru Matematika di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8, Jalan Sampali, Pandau Hulu, Kecamatan Medan Area, Herbin Manurung melaporkan sesama guru di sekolah itu, Benny Panjaitan, ke Polsek Medan Area, Senin (3/2/2020).

Diketahui, guru honorer yang dilaporkan itu adalah anak Kepala Sekolah SMAN 8 Medan.

"Saya sedang membuat laporan pengaduan di Polsek Medan Area saat ini atas perlakuan guru honorer, anak kepala sekolah kami," kata Manurung.

Dari penuturan Manurung, peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/1/2020) di SMAN 8 Lantai III.

Saat membahas soal Matematika untuk kelas XII, tepat pukul 08.30 WIB, Benny datang ke kelas tanpa ijin dan langsung memanggil dua orang murid dari kelas.

"Kami kan lagi belajar, tiba-tiba anak Kepala sekolah ini datang. Tanpa ada ijin, tanpa ketuk pintu, tanpa omong apa-apa, dia langsung panggil dua murid saya yang sedang belajar untuk keluar dari kelas," tutur Manurung.

Manurung protes dengan kelakuan oknum guru honorer itu dan akhirnya mereka bertengkar.

Ia mengaku dipukul oleh Panjaitan. Tak cuma itu, sepeda motornya pun dirusak.

"Saya tidak mau menyatakan ini penganiayaan. Biar polisi yang menyimpulkan," ujarnya. (cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Maurits Pardosi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved