Breaking News:

Lapas Binjai Bekali Warga Binaan dengan Pelatihan Industri Ketrampilan Bersertifikat

Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Binjai tidak cuma menganggur melewati masa tahanan.

Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Hari perdana napi ikuti latihan teori pembekalan ketrampilan bersertifikat di Lapas Binjai 

TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Binjai tidak cuma menganggur melewati masa tahanan.

Kini, 880 Wargabinaan Lapas Binjai telah dibekali pelatihan keterampilan dan industri yang bersertifikat.

Langkah ini menjadi terobosan baru untuk membina WBP lebih inovasi dan humanis. Kebijakan ini resmi setelah dilakukannya penandatangan perjanjian kerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Medan, Dinas Ketahanan Pangan Binjai dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Medan di Aula Lapas Binjai, Senin (3/1/2020).

Kalapas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Binjai, Maju Amintas Siburian menyampaikan bahwa ini sesuai amanat Undang-undang pembinaan terhadap warga binaan.

Langkah ini untuk pembinaan yang humanis di era pesatnya teknologi dan industri agar memberdayakan WBP tetap produktif berkarya nyata.

"Napi di Lapas tidak akan cuma menganggur. Untuk pertama kali mereka akan dibekali pelatihan keterampilan yang bersertifikat. Pembinaan kami lakukan dengan melakukan pelatihan dan keterampilan-keterampilan yang profesional," kata Kalapas Binjai.

Ke depan hasil pelatihan keterampilan dan setiap karya yang dihasilkan oleh WBP Lapas Binjai dilengkapi sertifikat dari Kementerian Tenaga Kerja Indonesia. Sehingga, WBP automatis menjadi punya skil dan SDM setelah bebas menjalani massa pembinaan

"WBP kita nanti dapat membawa sertifikat untuk mencari kerja di tengah masyarakat. Bisa dibilang seperti industri keterampilan yang bersertifikat," jelasnya

Pelatihan ini diikuti oleh warga binaan yang memiliki niat, kriteria dan potensi diri. Artinya mereka ini merupakan orang-orang siap dan dipilih.

Di Lapas Binjai ada bimbingan keterampilan yang sudah berjalan saban tahun. Di antaranya, pembuatan mebel, bangku sofa, budidaya hidroponik, pengolahan tempe, menjahit seragam, pernak-pernik, lukisan, pertanian hingga kerajinan tangan.

"Kami harap pelatih atau instruktur yang memberikan dedikasi penuh untuk pelatihan dan pembinaan. Agar WBP setelah dibina dapat menjadi manusia yang berguna di tengah masyarakat," ujar dia.

Ketua Panitia Bimbingan Keterampilan Bersertifikat, Agus Susanto menyebutkan, ada 880 wargabinaan Lapas Binjai ikut dalam pelatihan bersertifikat. Mereka akan mendapat pelatihan pada 44 paket kegiatan dari sejumlah bidang.

"880 itu mereka ada 44 paket kegiatan. Pelatihan dimulai 3 Februari 2020 sampai 11 September 2020. Pelaksanaan pelatihan selama 5 hari kerja untuk bidang mebel, konstruksi bangunan, manufacture dan agribisnis," urai Agus Susanto yang juga menjabat Kasi Giatja Lapas Binjai.

Ada pun untuk tenaga pengajar dihadirkan oleh Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan dan sejumlah dinas terkait serta Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Medan.

Dan hasil karya produksi akan dipasarkan oleh perusahaan yang sudah kerjasama dalam perjanjian.

(Dyk/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved