Liputan Khusus

Masalah Minimnya Fasilitas SMPN II Uluan Tobasa Dibahas Komisi X DPR RI

Langkah pertama yang akan ia lakukan, yakni meminta Fraksi NasDem di DPRD Tobasa untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Tobasa segera melakukan perbaikan

Masalah Minimnya Fasilitas SMPN II Uluan Tobasa Dibahas Komisi X DPR RI
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Meja dan kursi di kelas sudah tak layak lagi digunakan. 

BALIGE, TRIBUN - Keluhan guru dan siswa atas rusaknya toilet, gedung sekolah dan fasilitas penunjang lainnya mendapat tanggapan dari pemerhati sosial asal Uluan, Kabupaten Tobasamosir (Tobasa) Gurgur Manurung dan anggota DPR RI Dapil Sumut, Martin Manurung.

Martin dan Gugur menyampaikan rasa prihatin yang mendalam serta meminta pihak terkait Pemkab Tobasa, terkhusus Dinas Pendidikan Kabupaten Tobasa, serius menangatasi masalah tersebut.

"Fasilitas pendidikan menentukan kualitas anak didik. Ini jelas sangat disayangkan. Saya meyakini ini bukan sekolah satu-satunya yang keadaannya sangat memprihatinkan," kata Martin saat dihubungi Tribun Medan, Minggu (2/2).

Bagi Martin, persoalan ini akan menjadi bagian aspirasi yang ia terima selaku anggota dewan.

Langkah pertama yang akan ia lakukan, yakni meminta Fraksi NasDem di DPRD Tobasa untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Tobasa segera melakukan perbaikan.

Siswa Tak Tahan Bau dari WC, Gedung SMP Negeri di Toba Samosir Rusak Parah

"Karena kita tahu, SMP masih di bawah pemda kabupaten/kota," sambung Martin.

Ia memandang persoalan ini sebagai persoalan serius, sehingga masalah tersebut akan dibawa ke Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan.

Bahkan, bersama koleganya ia akan menyuarakan masalah itu ke Kementerian Pendidikan, yang dianggapnya mewakili masalah di Sumut.

"Saya juga akan membawa masalah ini ke teman-teman DPR RI dari Partai NasDem di Komisi X yang membidangi Pendidikan. Saya minta agar teman-teman menyuarakan ke Kementerian Pendidikan untuk mendata sekolah-sekolah yang sudah layak mendapatkan perbaikan, khususnya di Sumatera Utara," tambahnya.

Persoalan ini, menurut Gurgur, bukan main-main.

"Saya prihatin. Sejatinya fasilitas untuk anak-anak kita harus menjadi prioritas," katanya.

Terkait alasan Sekda Tobasa Audy Murpy Sitorus ketiadaan dana bukan hal yang masuk akal. Menurut dia dana bisa digalang dari berbagai sumber. Salah satunya partisipasi masyarakat dan kepala sekolah pun bisa minta bantuan kepada alumnus.

Menurut Gurgur, pada era saat ini, alumnus menjadi kekuatan sekolah. Biaya perbaikan sekolah tersebut juga bisa melalui corporate social responsibility (CSR).

Masalah tersebut, bagi Gurgur, adalah soal kekurangan pedulian dan kepekaan Pemkab Tobasa menyikapinya secara bijak. (jun/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved