Kurir Narkoba Ditembak Mati

Sepekan Operasi Antik Toba, Polrestabes Medan Ringkus 9 Tersangka Dari 4 Jaringan

Polrestabes Medan berhasil meringkus sembilan tersangka kasus narkotika sabu 10,1 Kg dan 5.500 butir ekstasi dalam Operasi Antik Toba Satres Narkoba.

Sepekan Operasi Antik Toba, Polrestabes Medan Ringkus 9 Tersangka Dari 4 Jaringan
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Sembilan tersangka kasus peredaran narkotika 10,1 kg sabusabu dan 5.500 ekstasi di RS Bhayangkara, Senin (3/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Polrestabes Medan berhasil meringkus sembilan tersangka kasus narkotika sabu 10,1 Kg dan 5.500 butir ekstasi dalam Operasi Antik Toba Satres Narkoba, dimana satu tersangka ditembak mati.

Kedelapan tersangka tersebut terdiri dari 4 jaringan yaitu pertama jaringan Internasional Malaysia-Aceh-Medan, yaitu Agus Wijaya (25) alamat Pasar V Marelan (1,7 kg sabu), Faisal Fahmi Nasution (21) alamat Jalan Marelan I (200 gram sabu), Azhari Agustian (30) alamat Jalan Medan Banda Aceh (200 gram sabu), Sayed Abdilah (23) alamat Jalan Sei Blutu Medan (500 butir pil ekstasi).

Jaringan kedua, Ardianto als Codet (35) alamat Jalan Karya Medan (2 kg sabu), jaringan ketiga Fera Feri (33) alamat Jalan Kelambir Medan (2 kg sabu).

Jaringan keempat Zulkifli (38) alamat Jalan Juntak Medan, Henny Ramadhan (40) alamat Jalan Perjuangan Medan (2 kg sabu) dan satu yang ditembak mati Muhammad Yusuf (20) alamat Jalan GP Aceh Pidie (2kg + 5000 ekstasi).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Edizon Isir menjelaskan penangkapan seluruh tersangka tersebut dilakukan dalam waktu 27 Januari hingga 2 Februari (1 minggu).

"Jadi tujuh hari ini total ada empat kelompok jaringan dengan jumlah tersangka 9. Dimana total barang bukti sekitar 10.100 gram narkotika sabu dan 5.500 butir ekstasi. Satu diantaranya MY dilakukan tindakan tegas terukur karena melawan petugas dan berusaha melarikan diri ketika dilakukan pengembangan," tuturnya saat konfrensi pers di RS Bhayangkara, Senin (3/2/2020).

Ia menjelaskan bahwa keempat jaringan tersebut ada yang dari Jaringan internasional yang akan dipasarkan ke Kota Medan.

"Ini mau dijual atau dipasarkan di wilayah kota Medan, ada jaringan internasional. Berdasarkan data preferensi yang ada ini dari Malaysia itu ada 4 tersangka. Lalu ada kelompok Aceh dan ada juga yang dari Tanjungbalai. Mereka ini dari Jalur laut namun yg kita tangkap di jalur darat yang akan disebarkan di wilayah kota Medan," tutur Isir.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa peran dari kedelapan tersangka berbeda-beda mulai dari kurir hingga pengedar.

"Perannya ada bermacam-macam ada yang membawa, ada yang kurir ada yang penunggu barang dan ada pengedar. Posisi kurir ini vital dalam jaringan narkotika. Sudah lebih dari dua atau tiga kali beraksi para tersangka," tuturnya.

Isir menegaskan bahwa pihaknya terus mendalami keempat jaringan ini hingga bisa tuntas.

"Kami dalam hal ini kita komitment untuk melakukan tindakan dan pencegahan dalam penyebaran tindak pidana narkotika. Karena ini salah satu kejahatan kriminal luar biasa. Untuk yang di Indonesia saja ada yang didalami untuk jaringan di atas," tegasnya.

(vic/tribun-medan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved