Cerita Kehidupan

Kurir Ganja Menangis Dihukum Penjara 18 Tahun: Tolong Pak Hakim, Anak Yatim Saya 6 Orang

Dua orang kurir yang menyelundupkan 39 kilogram ganja dihukum penjara 18 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Kamis (30/1/2020).

Kurir Ganja Menangis Dihukum Penjara 18 Tahun: Tolong Pak Hakim, Anak Yatim Saya 6 Orang
TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Kurir ganja, Saharul dan Khairul, mendengarkan putusan hakim di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Dua orang kurir yang menyelundupkan 39 kilogram ganja dihukum penjara 18 tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Rabu (5/2/2020).

"Majelis Hakim menimbang dari pledoi yang dilakukan penasihat hukum terdakwa I dan terdakwa II, hal yang meringankan terdakwa belum dihukum, sopan dalam persidangan, dan menyesali perbuatannya. Hal yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam menghapuskan narkotika."

"Karena dengan itu, Hakim memutus kepada kedua terdakwa dengan hukuman 18 tahun penjara, denda 1 miliar dan subsidair 6 bulan penjara," kata hakim.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang diketahui Tety Tampubolon menuntut kedua tersangka dengan hukuman 19 tahun dengan denda 1 M dan subsidiar 6 bulan.

Dan ia menangis sambil memohon kepada majelis untuk meringankan tuntutannya tersebut. 

"Tolonglah hakim, anak saya empat. Saya memiliki anak yatim enam orang," ucapnya sambil menangis. 

Saat sidang pembacaan dakwaan, Sarul ditelpon oleh Aleh (Dpo), kemudian Aleh mengatakan “apa mau mengantarkan atau membawa ganja ke Medan dengan ongkos Rp250 ribu" lalu terdakwa Sharul mengatakan “Mau” kemudian pada hari Sabtu tanggal 29 Juni 2019 malam Sharul menjemput 2 goni yang berisikan 39 kilogram ganja di Desa Bangkik Kabupaten Blang Kjeren. Kemudian Sharul membawa narkotika jenis ganja tersebut kerumahnya.

Selanjutnya, pada hari Minggu tanggal 30 Juni 2019 sekira pukul 05.00 WIB Sharul mengajak Khairul untuk mengatarkan narkotika jenis ganja tersebut ke Medan.

Sharul dan Khairul berangkat dari Blang Kjeren dengan membawa narkotika jenis ganja tersebut ke Medan menggunakan 1 unit mobil pick up Grand Max BK 9961 EN milik saksi H. Taslim G kemudian Aleh (DPO) memberikan nomor handphone yang akan mengambil ganja tersebut di Medan dan mengambil uang pembelian ganja tersebut sebesar Rp.900 ribu perkilogramnnya.

Kemudian pada hari Minggu tanggal 30 Juni 2019 sekira pukul 14.00 wib Sharul dan Khairul sampai di Medan dan menurunkan 2 goni narkotika jenis ganja tersebut dari mobil dan membawanya ke dalam Kamar No.04 Hotel Anggrek di Jalan Setia Budi Ujung Kelurahan Simpang Selayang Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Propinsi Sumatera Utara

Sekitar pukul 15.15 wib datang saksi Yudi Prayetno, saksi Wahyu Ari Permana SE, saksi Albert Nainggolan, saksi Viet Chandra Pardede dan saksi Muslim Buchari (Anggota Polri Polrestabes Medan) melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap Sharul dan Khairul sehingga ditemukan barang bukti berupa 2 buah goni berisikan 39 bal ganja dengan berat bersih seberat 39 kilogram yang diakui milik kedua terdakwa yang untuk diantar kepada pembeli.

(cr2/tribun-medan.com) 

Penulis: Alif Al Qadri Harahap
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved