Pasar Tozai Siantar Terbengkalai Habiskan Anggaran Rp1,7 Miliar, Polisi Telusuri Dugaan Korupsi

Polisi menyelidiki dugaan korupsi pada pembangunan proyek yang menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Siantar.

Pasar Tozai Siantar Terbengkalai Habiskan Anggaran Rp1,7 Miliar, Polisi Telusuri Dugaan Korupsi
Tribun Medan/Tommy Simatupang
Pasar Tozai Siantar dibangun dengan anggaran Rp 1,7 miliar terbengkalai di Jalan Tozai Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Siantar, Rabu (5/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com - Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipoidkor) Polres Kota Pematangsiantar tengah melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi pembangunan proyek Pasar Tradisonal Tozai yang dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Polisi menyelidiki dugaan korupsi pada pembangunan proyek yang menghabiskan anggaran Rp 1,7 miliar dalam Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Kota Pematangsiantar tahun 2018.

Pasar Tozai yang menghabiskan anggaran besar ini juga belum dimanfaatkan. Amatan tribun-medan.com Rabu (5/2/2020), Pasar Tozai yang terletak di Jalan Tozai Kecamatan Siantar Sitalasari ini tampak kumuh. Semak belukar mulai menutupi jalan masuk ke pasar. Langit-langit kios tampak sudah mulai keropos. Pintu kios juga banyak mulai lapuk. Tumpukan sampah berserakan di lokasi pasar.

Lokasi yang berada dekat dengan pemukiman padat penduduk ini juga tampak menjadi tempat aktivitas perjudian. Dalam amatan ada sekitar empat pria paruh baya berkumpul bermain kartu.

Kasat Reskrim Polres Siantar Iptu Nur Istiono mengatakan tim Unit Tipidkor terus melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi-saksi dan barang bukti. Ia belum mau mengungkapkan banyak progres penyelidikan. Iptu Nur memastikan proses mengungkap kasus korupsi tetap berlanjut.

Iptu Nur Istiono mengatakan penyelidikan telah bergulir mulai dari tahun 2018. Ia mengatakan ada dugaan penggunaan anggaran yang besar tetapi tidak dimanfaatkan.

"Masih kita dalami. Ini masih pendalamanlah. Tapi tetap masih lanjut itu. kita telusuri terus. Belum tahu kita arahnya(modus korupsi). Kita selidiki terus,"katanya.

Pelaksanatugas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jadimpan Pasaribu mengatakan pembangunan selesai tahun 2017. Saat ditanya mengapa pasar itu tidak dimanfaatkan, Jadimpan mengatakan sudah diserahkan ke PD Pasar Horas Jaya.

"Gimana aku menjelaskan ya? Yang menggunnakan PD Pasar. Proses bangunan selesai 2017,"katanya.

Jadinpam beralasan masuk menjadi pejabat empat bulan sebelum peresmian.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved