Breaking News:

Pemilik Kedai Tuak di Palipi Pukuli Pamannya Sendiri sampai Meninggal karena Dimaki

Korban Jerikson Situmorang berjalan memutar balik ke arah warung tersangka sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Liston Damanik
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Rekontruksi pembunuhan Jerikson Situmorang oleh Frengki Situmorang, Selasa (4/2/2020) Lumban Gaol Desa Parsaoran Urat Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polres Samosir menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Jerikson Situmorang dengan tersangka Prengki Situmorang di Lumbangaol, Desa Parsaoran Urat, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir, Selasa (4/2/2020).

Jalanya rekontruksi terlihat korban Jerikson Situmorang tewas di tangan tersangkanya Frengki Situmorang. Lalu menjadi saksi Manto Situmorang Delima Purba, Daulat Situmorang, Herbet Situmorang, Andiono Situmorang, Harni Sihotang, Judita Situmorang, Fonser Siregar, Laksono Situmorang.

Pada hari Jumat 13 Desember 2019 Pukul 21:30 WIB tersangka Frengki Situmorang sedang duduk di depan warung miliknya bersama Herbet Situmorang, Sahat Daulat Sitohang, dan Fonser Siregar. 

Mereka minum tuak sambil bernyanyi dan memainkan gitar. Sedangkan Hotni Sitohang istri tersangka, alias Mak Valen berada dalam warung sedang memakan mie sop dan juga Andiano Situmorang juga berada dalam warung sedang minum tuak.

Kemudian korban Jerikson Situmorang berjalan memutar balik ke arah warung tersangka sambil mengeluarkan kata-kata kotor.

Jerikson Situmorang Dianiaya Keponakan Sampai Meninggal, Pelaku Marah karena Diejek

Setelah Siram Tuak ke Markus Situmorang, Darwin Sitorus Ditusuk Sampai Tewas

Korban mengucapkan "Herbert Ba**, Bu**nginam sebanyak satu kali dan pada saat korban berjalan memutar balik ke arah warung milik tersangka sambil mengeluarkan kata-kata kotor Herbet Situmorang langsung pergi berjalan ke arah sebelah kanan rumah Prengki Situmorang buang air kecil.

Kemudian setelah korban sudah berada di depan pagar warung milik tersangka kembali cakao kotor mengatakan "Baba ni amam, bu**ng inam".

Mendengar perkataan itu, tersangka merasa tersinggung dan emosi, lalu berdiri dari tempat duduknya sembari langsung menghampiri korban dan mengucapkan "Boasa ho manghatai songoni, amang uda? (kenapa bapak berkata seperti itu)".

Lalu korban menjawab tersangka dengan berkata "boha huroha?" (kenapa rupanya?"). 

Saat itu juga tersangka langsung mendorong dada korban dengan menggunakan kedua tangan tersangka dan memukulinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved