Gencarkan Program #yokbikincantikmedan, Akhyar Minta Dukungan Masyarakat

Pemerintah Kota Medan saat ini tengah fokus mempercantik Kota Medan melalui program #yokbikincantikmedan.

Gencarkan Program #yokbikincantikmedan, Akhyar Minta Dukungan Masyarakat
Dok. Humas Pemkot Medan
Akhyar Nasution saat talkshow interaktif di Radio Lite FM Rabu (5/2/2020) 

TRIBUN-MEDAN.com - Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Medan tahun 2020 ini tengah fokus dengan program #yokbikincantikmedan.

Program itu mengajak masyarakat membuat Kota Medan menjadi lebih cantik, salah satunya dengan cara menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan plastik atau styrofoam.

“Tahun lalu, Pemkot Medan berhasil membersihkan papan reklame liar. Tahun 2020 ini, Pemkot Medan fokus menata dan mempercantik Kota Medan,” kata Akhyar dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam gelar wicara (talkshow) interaktif di Radio Lite FM, Jalan Sei Batang Serangan, Rabu (5/2/2020).

Upaya mempercantik Kota Medan, imbuh Akhyar, misalnya menambah lampu taman serta merapikan dan mengembalikan fungsi trotoar, sehingga nyaman digunakan.

Untuk mendukung program tersebut, Plt Wali Kota Medan mengajak masyarakat untuk membangun sebuah peradaban.

"Dengan terbentuknya peradaban tersebut, kami ingin mewujudkan Kota Medan yang cantik, indah, aman, nyaman dan tertib. Ini hanya dapat terwujud bila seluruh masyarakat ikut berpartisipasi," ujar dia.

Perbaikan layanan administrasi

Akhyar menegaskan akan meningkatkan pelayanan administrasi. Meski demikian, ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan cepat karena butuh pengecekan mendalam, misal surat sengketa dan ahli waris.

Plt Wali Kota Medan turut menyinggung masalah blangko e-ktp yang seolah tidak pernah habis. Pemkot Medan sendiri telah berusaha menyediakan blangko e-ktp tersebut.

Pada 2020 ini, Pemkot Medan telah mulai mencetak e-ktp sebanyak 10.000 blangko.

"Blangko e-ktp ini sebenarnya bukan dibuat oleh Pemkot Medan tetapi dari Kementerian Dalam Negeri. Di sana juga mengalami masalah menipisnya ketersediaan blangko e-ktp,”kata Akhyar.

Ia melanjutkan, karena membuat e-ktp di Kota Medan gratis, masyarakat sudah ingin membuat yang baru lagi, meski e-ktp miliknya sedikit rusak.

“Hal itulah yang tidak ter-cover dalam perencanaan sehingga blangko menipis," ujar Akhyar.

Penulis: Anggara Wikan Prasetya
Editor: Mikhael Gewati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved