News Video

Warga Sihaporas Berharap Ada 'Keajaiban'

Polemik antara warga Sihaporas dengan PT Toba Pulp Lestari tak kunjung menemui titik temu.

T R I B U N-MEDAN.COM - Polemik antara warga Sihaporas dengan PT Toba Pulp Lestari tak kunjung menemui titik temu.

Kedua pihak mengklaim kepemilikan wilayah tersebut.

Mangitua Ambarita (64) menyebutkan kalau tanah itu adalah milik Ompung Mamontang Laut yang diambil Belanda untuk ditanami pinus.

Selanjutnya, saat kemerdekaan negara mengambil alih tanah tersebut dari Belanda dan diberikan kepada TPL.

Hal inilah menjadi awal konflik antara warga dan PT Toba Pulp Lestari.

"Setelah kemerdekaan, kami keluarga Ompung Mamontang berembuk untuk merebut kembali tanah kami," kata Mangitua Ambarita.

Warga Desa Sihaporas Demo PN Simalungun, Minta Hakim Bebaskan Jhonny dan Thomson Ambarita

Ketua Komnas HAM Surati Kapolri dan Menteri LHK terkait Kriminalisasi Masyarakat Sihaporas

Masyarakat Haporas berembuk untuk merebut tanah mereka dengan harapan tanah tersebut bisa didapatkan kembali.

Harapan tersebut hanyalah isapan jempol.

Malah saat ini, dua warga ditangkap dan masih menjalani sidang.

Menurut penuturan Mangitua Ambarita, masyarakat Sihaporas justru mengalami kriminalisasi dari pihak TPL.

"Masalahnya, kami justru dapatkan kriminalisasi dari pihak TPL," sambungnya.

Mangitua Ambarita mengakui sulit menang melawan TPL.

"Mereka banyak uang. Mudah-mudahan Tuhan memberkati pengacara kami," pungkasnya. (*)

Penulis: Hendrik Naipospos
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved