Aplikasi KLIK Hadir untuk Pengguna Narkotika yang Malu Berkonsultasi

Aplikasi mobile yang membantu pengguna narkoba suntik KLIK diluncurkan oleh Medan Plus di Swiss Belinn Gajah Mada Medan, Jumat (7/2/2020).

Aplikasi KLIK Hadir untuk Pengguna Narkotika yang Malu Berkonsultasi
Tribun Medan/Kartika Sari
Peluncuran aplikasi KLIK oleh Medan Plus di Swiss Belinn Gajah Mada Medan, Jumat (7/2/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com-Aplikasi mobile yang membantu pengguna narkoba suntik KLIK diluncurkan oleh Medan Plus di Swiss Belinn Gajah Mada Medan, Jumat (7/2/2020).

Direktur Medan Plus, Erwin menjelaskan bahwa aplikasi KLIK ini masih fokus menyasar kepada komunitas Penasun atau People With Injection Drug User (PWID) dan pasangannya. Nantinya pelayanan melalui Aplikasi ini akan dibantu oleh dua Orang Petugas Penjangkau Lapangan/Manager Kasus.

"Kami berupaya dalam mengakomodasi kebutuhan Korban Napza di tingkat Kota Medan. Kita prihatin terhadap berbagai kebijakan mengenai permasalahan Narkotika yang telah diterapkan dengan cara mendiskriminasi korban Napza dari kehidupan ekonomi sosial dan budaya," jelasnya.

Ia menambahkan, diskriminasi korban Napza ini mengakibatkan rasa termarjinalisasi di pihak korban Napza. Tentunya hal tersebut akan berakibat pada semakin larutnya mereka ke dalam perilaku penyalahgunaannya.

"Ini bisa dilihat dan diperjelas oleh fakta bahwa sampai saat ini pada beberapa kasus korban Napza mengalami pelanggaran HAM. Kesulitan dalam mendapatkan hak yang membuat mereka semakin rentan terpapar bahkan tertular berbagai penyakit akibat dari penggunaan Narkotika. Seperti HIV, Hepatitis C, masalah kesehatan mental dan kejiwaan, hak terhadap pendidikan, bahkan terhadap hak Rehabilitasi," paparnya.

Sementara itu, Pengelola Program HIV/AIDS dan IMS Dinas Kesehatan Kota Medan, L. Marsudi Budi Utomo menuturkan bahwa pihaknya menaruh harapan positif dengan aplikasi ini guna mendukung program Zero New HIV Infection, Zero Discrimination dan Zero AIDS Related Deaths.

"Hadirnya aplikasi ini diharapkan mampu meningkatkan tingkat pemahaman populasi kunci atau komunitas Penasun/PWID mengenai informasi kesehatan, HIV dan AIDS yang akurat, meningkatkan tingkat kunjungan ke layanan kesehatan, meningkatkan kepatuhan mengonsumsi obat bagi orang yang terinfeksi HIV, perubahan prilaku dan juga tentunya akses bantuan hukum," harapnya.

Aplikasi berbasis mobile application ini dapat didownload di Play Store, Apple Store, dan Google Play. KLIK memiliki 3 konten utama. Pertama, Biomedical yang berisi informasi tentang kesehatan (Alamat akses layanan kesehatan, tes HIV, ART, Hepatitis, TB, IMS, kesehatan reproduksi, pengurangan dampak buruk, dan layanan kesehatan lainnya).

Kedua, konten Behavioral yang berisi informasi tentang perubahan perilaku (konseling, pelatihan, informasi dan peningkatan kapasitas). Ketiga, Structural yang memiliki 3 sub-tema (Konseling hukum, Bantuan hukum, dan Violation report) yang berisi informasi terkait konseling hukum, bantuan hukum, dan laporan kekerasan atau pelanggaran hukum. 

Selain itu, terdapat 1 konten tambahan yaitu “Ask The Expert” yang bertujuan untuk menjadi wadah tanya jawab bagi pengguna Aplikasi. Pertanyaan itu akan dijawab langsung oleh para pakar ahli.

(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Kartika Sari
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved